RADARSOLO.COM - Pihak keluarga MI, siswa SMK di Wonogiri yang melakukan aksi jalan kaki membawa poster 'Aku Bukan Pencuri' memastikan tak akan menuntut pihak sekolah lantaran masalah sudah berakhir damai.
Namun demikian, hingga kini keluarga atau wali MI belum bertemu dengan pihak apotek. Di mana apotek itu merupakan tempat PKL MI, yang menjadi cikal bakal persoalan dugaan pencurian uang oleh MI.
Paman sekaligus wali MI, Achmad Fadlillah Salam membenarkan jika masalah MI dengan pihak sekolah, yakni SMK Bhakti Mulia Wonogiri telah selesai dengan perdamaian.
Salah satunya lantaran pihak sekolah juga tak bisa menunjukkan bukti CCTV yang memperlihatkan MI benar-benar mengambil uang di apotek tempatnya PKL, sebesar Rp 66.000.
Dalam hal ini, Achmad juga memastikan tidak akan menuntut pihak sekolah atas pencemaran nama baik. Sebab, sudah ada kejelasan dan mediasi antara kedua belah pihak.
"Saya juga berpikir anak itu ada nakalnya. Saya berpikir juga butuh guru. Mungkin hanya kurang ketelitian dalam menangani kasus, yang akhirnya saling memaafkan," papar dia.
Dia juga menegaskan jika kasus ini sudah selesai. Nama MI di sekolah sudah direhabilitasi. Pihaknya berterimakasih kepada guru SMK Bhakti Mulia.
Pihaknya berharap jika ada kasus serupa bisa ditangani dengan lebih baik lagi dan teliti.
"Kalau dari pihak apotek belum ketemu. Mungkin juga marah karena tertulis di poster (yang dibawa MI) itu. Saya minta maaf kepada pihak apotek atas ketidaknyamanannya," kata dia.
Terpisah, Kepala SMK Bhakti Mulia Wonogiri Sutardi membenarkan jika pada Kamis (2/11) berlangsung mediasi antara pihak sekolah dengan keluarga MI.
Namun, saat itu dia sedang di Karanganyar. Mediasi dilakukan oleh waka kesiswaan dan sejumlah guru.
"Sudah diselesaikan dengan baik, secara kekeluargaan. Tidak saling mengungkit kembali, apalagi ke ranah hukum," terang dia. (al/ria)
Editor : Syahaamah Fikria