RADARWONOGIRI.COM- Semakin dekatnya hari H Pemilu 2024, hoax makin liar. Yang membahayakan, hoax ini berpotensi besar memicu konflik di masyarakat.
Itu disampaikan Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo usai rakor koordinasi kehumasan yang digelar Bawaslu Wonogiri Senin (20/11/2023).
"Hoax patut diwaspadai karena memicu konflik dan merusak persatuan dan kesatuan," tegas Anom usai rakor.
Jelang Pemilu 2024, hoax terkait politik berpotensi lebih banyak muncul. Hal tersebut berkaca pada Pemilu 2014 maupun 2019.
Tim Siber, kata Anom, belum menemukan hoax yang berkaitan dengan politik di Wonogiri. Kabar bohong tersebut kerap muncul di media sosial.
Jika ada pihak yang merasa dirugikan, penyebar hoax bisa dihukum saat memenuhi syarat-syarat yang ada.
"Di 2019, ada temuan (hoax). Langkahnya, kami laporkan ke Kominfo dan (konten) di take down," ujar Anom.
Adapun ciri-ciri hoax, imbuh Anom, adalah judul konten yang provokatif, sumber informasi tak dapat dipercaya,
Penyajian tanggal tak sesuai, klaim tanpa dukungan data, dan penggunaan foto atau video yang tidak akurat.
Berikutnya, bahasa atau tata bahasa yang buruk, kurang sumber pendukung, pemanfaatan aspek emosional, dan lain sebagainya.
“Kami berupaya mengedukasi masyarakat lewat Satbinmas," ujarnya.
Ketua Bawaslu Wonogiri Joko Wuryanto menuturkan, rakor tersebut dimaksudkan untuk menjaga iklim atau situasi masyarakat selalu kondusif. Utamanya menjelang pemilu 2024. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono