RADARWONOGIRI.COM- Pedagang Pasar Slogohimo yang terdampak kebakaran dikabarkan masih ditarik retribusi.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Slogohimo Joko Pranowo mengatakan, berdasarkan audiensi antara pedagang dan Pemkab Wonogiri pada Selasa (10/10/2023), disepakati sejumlah hal.
Di antaranya dihentikannya penarikan retribusi pedagang Pasar Slogohimo untuk sementara.
"Tapi masih ada penarikan retribusi," kata dia Senin (21/11/2023) malam.
Joko mengaku melihat sendiri penarikan retribusi itu. Atas hal itu, pihaknya mengirimkan surat kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo.
Berdasarkan salinan surat yang dikirimkan Joko ke radarwonogiri.com, dia menyebut, pada audiensi sebelumnya disepakati tidak ada penarikan retribusi dalam bentuk apapun.
Sebelum pedagang menempati pasar permanen yang telah direvitalisasi.
Dalam surat itu, Joko mengeluhkan pengelola pasar setiap hari memungut retribusi ke pedagang korban kebakaran.
Kondisi tersebut membuat Joko keberatan karena kondisi pasar sepi dan daya beli masyarakat rendah.
Surat kepada bupati Wonogiri itu juga ditembuskan kepada kepala Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri, camat Slogohimo, dan pengelola Pasar Slogohimo.
"Kan sudah disepakati itu. Kok masih ditariki kenapa?," tanya Joko.
Ety Sugiyartiningsih, salah seorang pedagang Pasar Slogohimo menjelaskan, setelah kiosnya terbakar, Ety menyewa tempat di sekitar pasar.
Baca Juga: Pemdes Kemuning Buka Suara Soal Video Alat Berat Cabuti Tanaman Teh, Klaim untuk Pelebaran Jalan
"Kalau pasar darurat kan belum pembagian. Sudah jadi (dibangun), tapi belum dibagi," terangnya Selasa (21/11/2023).
Ety tak ditarik retribusi. Sebab, berjualan di luar area Pasar Slogohimo.
Apakah pedagang lain masih ditarik retribusi, Ety belum mengetahui pasti.
"Soalnya belum ketemu (pedagang lain). Nyebar-nyebar," kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, berdasarkan laporan dari pengelola pasar, pedagang yang ditarik retribusi adalah mereka yang tidak terdampak kebakaran.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri Sulistyo Adi menambahkan, dari awal, petugas menarik retribusi kepada pedagang yang tidak terdampak kebakaran.
Pasar hewan di bagian bawah juga bisa ditarik retribusi.
"Tidak ada pedagang yang terdampak kebakaran kami tari retribusi,” tegasnya.
Menurut Sulistyo Adi, saat menempati pasar darurat, pedagang yang terdampak kebakaran juga tidak ditarik retribusi. Mereka diberi kartu khusus.
"Jadi tidak ditarik. Bisa ditunjukkan 'iki lho kartuku' begitu. Yang tidak punya kartu, berarti yang tidak terdampak kebakaran dan ditarik retribusi," kata dia.
Sulistyo Adi menduga ada miskomunikasi di antara pedagang. Karena itu, pihak dinas telah meluruskan ke pihak terkait.
"Tadi saya juga matur pak camat sekalian, ada suara seperti ini. Kami dari awal tidak pernah menarik (retribusi) ke (pedagang) terdampak. Yang terdampak juga belum jualan," pungkasnya. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono