RADARSOLO.COM - Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri punya cara tersendiri dalam upaya pemberdayaan perempuan. Melalui program pemberdayaan Sinau Bareng Dadi Ibu Peduli Roso, Ilmu Gesit, Empati Luwes (Sibu Prigel).
Inovasi berupa program Sibu Prigel itu sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Tepatnya saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.
Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), praktis banyak warga desa setempat yang menganggur.
Maka Pemerintah Desa (Pemdes) Glesungrejo tergugah untuk memberdayakan warga. Terutama para perempuan. Mereka diberi kesempatan untuk saling belajar, saling sharing terkait masalah kesehatan, ekonomi, hingga parenting.
Program ini lahir untuk meminimalkan masalah internal keluarga. Misalnya perceraian. Termasuk memberdayakan perempuan supaya memiliki penghasilan tambahan.
“Kami bekali perempuan agar wawasannya lebih luas. Permasalahan dalam keluarga bisa diminimalkan. Termasuk mengurus keluarga juga lebih optimal,” kata Kepala Desa (Kades) Glesungrejo Andi Wirawan.
Andi menambahkan, dampak dari program ini bisa dilihat dalam jangka panjang. Kendati demikian, ada pula target jangka pendek yang dikejar.
Ambil contoh angka perceraian. Dulu dalam setahun ada tujuh kasus perceraian di Desa Glesungrejo.
“Tahun ini angka perceraian bisa ditekan dengan program Sibu Prigel. Hanya dua kasus saja. Karena sekarang ibu-ibu di sini semakin pintar menata keuangan. Termasuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan, meski jumlahnya tidak banyak,” imbuh Andi.
Penghasilan tambahan salah satunya didapat dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tempe kripik. Ada juga yang memproduksi karak.
“Jadi selama ada pertemuan Sibu Prigel, ibu-ibu kami latih untuk memaksimalkan handphone (HP)-nya. Misalnya dipakai untuk memasarkan produk. Selain itu, juga kami ajarkan untuk lebih bijak bermedia sosial,” papar Andi.
Hebatnya, inovasi Sibu Prigel juga telah mendapat pengakuan dari Pemkab Wonogiri. Inovasi ini diganjar juara harapan 1, dalam penganugerahan Wonogiri Innovation Award (WIA) 2023 kategori desa atau kelurahan. (al/fer/ria)
Editor : Syahaamah Fikria