Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Di Wonogiri, Ganjar Soroti Harga Beras Mahal hingga Luncurkan Program SMK Gratis Langsung Kerja

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 30 Desember 2023 | 03:49 WIB
Capres Ganjar Pranowo sapa masyarakat di Pasar Kota Wonogiri, Jumat (29/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Capres Ganjar Pranowo sapa masyarakat di Pasar Kota Wonogiri, Jumat (29/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARWONOGIRI.COM- Calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo menggelar roadshow di Kabupaten Wonogiri, Jumat (29/12/2023).

Mantan gubernur Jateng ini berdiskusi dengan pedagang di Pasar Kota Wonogiri dan menyebut ada masalah serius terkait kebutuhan pokok, seperti beras yang harganya akhir-akhir ini melambung.

"Sepertinya ada hubungannya antara produksi padi dengan beras," ujar Ganjar.

Ganjar menuturkan, berdasarkan informasi yang didapatnya dari para pedagang, harga beras paling murah yakni Rp 11 ribu per kilogram (kg). Namun saat ini harganya sudah mencapai Rp 14 ribu per kg.

"Dan ini (harga beras) nggak pernah turun sama sekali. Artinya memang ada problem serius buat saya melihat persoalan ini," ungkap Ganjar.

Ditambahkan Ganjar, ada pula keluhan dari petani terkait pupuk. Berdasarkan pengecekannya di komisi IV DPR RI, pupuk langka karena subsidinya berkurang.

"Jawa Tengah akan lebih parah karena tahun depan subsidinya dikurangi. Ada datanya, saya sampaikan. Kalau kemarin di debat ditanya soal pupuk, rasa-rasanya yang bertanya tidak paham soal data. Kita nggak usah malu, perbaiki saja," beber dia.

Menurut Ganjar, jika kuota pupuk subsidi ditambah, cara penyampaiannya lebih tepat, tertutup dan distribusinya benar, maka pupuk tidak akan kurang.

"Kalau produksinya (padi) tidak terlalu bagus, maka apa yang terjadi? Orang berdebat impor (beras) tidak,” katanya.

“Tapi hari ini, yang terjadi di pasar adalah harga (beras) tidak turun-turun. Artinya keresahan masyarakat muncul karena harga pokok, khususnya beras terlalu tinggi untuk mereka. Ini temuan saya yang terlihat," imbuh Ganjar.

Terkait kebutuhan lain, seperti cabai dan bawang, disebut Ganjar musiman. Berdasarkan pengalamannya saat menjabat gubernur, pihaknya berkoordinasi dengan provinsi lain jika ada persoalan seperti itu.

Sementara itu, selain mengunjungi Pasar Wonogiri Kota, Ganjar meluncurkan program untuk mengatasi kemiskinan struktural.

Program itu adalah SMK Gratis Langsung Kerja untuk Keluarga Miskin.

Ganjar menuturkan, program itu digagas berkaca pada suksesnya program sekolah gratis SMKN Jateng yang dibuatnya saat menjabat gubernur Jateng.

Hingga sekarang, SMKN Jateng telah meluluskan 1.837 siswa. Sekitar 80 persen di antaranya langsung terserap di dunia kerja dan perguruan tinggi.

Karena itu, Ganjar bertekad menasionalkan SMKN Jateng jika terpilih menjadi presiden.

"Setelah kita melihat praktik yang sudah berjalan untuk SMKN Jateng, untuk keluarga miskin dan mereka langsung bisa kerja, maka kita berkeinginan kembangkan ini secara nasional," jelasnya.

Ganjar berencana mendirikan satu SMK gratis di setiap kabupaten/kota. Siswanya adalah anak dari keluarga miskin.

Pemerintah sebagai pemangku kepentingan akan menjembatani pihak sekolah dengan perusahaan untuk meneken kerja sama.

Program itu akan membuka kesempatan bagi anak dari keluarga miskin untuk sekolah dan mendapatkan hak kesetaraan pendidikan.

"Ini jadi prioritas pertama karena kebutuhan anak-anak kita hari ini, kalau kita tanya juga pekerjaan," beber Ganjar.

Terkait anggaran untuk program tersebut, Ganjar mengaku pihaknya telah menghitung rencana alokasinya.

"Kita pernah menghitung anggarannya Rp 50 triliunan saja. Jadi tidak terlalu mahal. Jadi itu jauh lebih bisa (mengentaskan kemiskinan) sistematis," pungkas Ganjar. (al/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#smk gratis #beras #ganjar #capres #wonogiri