RADARWONOGIRI.COM-Polres Wonogiri di-back-up Polda Jateng terus menggali kasus pembunuhan berantai di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri dengan tersangka Sarmo.
"Termasuk kami dalami pelaku tunggal atau ada yang lain. Kami ungkap semua supaya terang benderang," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di Mapolres Wonogiri, Sabtu (30/12/2023).
Polisi juga mengecek kondisi psikologis Sarmo saat menghabisi para korbannya. Hasil penyidikan, empat orang yang dibunuh, semuanya bermotif masalah uang.
Sementara itu, Sarmo mengaku telah berniat membunuh para korban. Setelah kasus ini terungkap, si raja tega itu menyatakan menyesal dan kapok.
"(Harta hasil kejahatan) untuk kebutuhan sehari-hari dan mengembangkan usaha (penggergajian kayu)," kata Sarmo di hadapan kapolda Jateng.
Sarmo mengaku melakukan pembunuhan seorang diri. Peralatan membunuh diantaranya apotas, telah disiapkan untuk mengakhiri hidup Sunaryo dan Sudimo.
"Saya meminta maaf kepada keluarga korban. Saya benar-benar minta maaf," ujar Sarmo.
Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Yahya Dhadiri menuturkan, setelah dilakukan pendalaman kasus pembunuhan berantai, Sarmo tidak hanya membunuh Agung dan Sunaryo.
Sarmo mengaku telah membunuh Katiyani dan Sudimo. Sudimo dibunuh dengan cara diberi racun apotas pada minumannya.
Mayat Sudimo lalu dibawa ke tegalan tak jauh dari lokasi penggergajian kayu Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.
Sudimo diletakkan dengan posisi bersandar di tebing dengan hand sprayer masih menggantung ditubuhnya.
Tangan kanan Sudimo memegang sebuah botol pestisida. Sarmo sengaja merencanakan seolah-olah Sudimo meninggal dunia karena bunuh diri menenggak pestisida.
Kasatreskrim menambahkan, Sarmo ingin menguasai harta Sudimo, yakni sebidang tanah pekarangan yang disewa Sarmo untuk usaha penggergajian kayu.
“Maka setelah Sudimo meninggal, tersangka membuat surat pernyataan. Seolah-olah tersangka merupakan pemilik lahan baru. Padahal (surat pernyataan) itu palsu. Tanda tangan kades juga dipalsukan," beber Yahya.
Lebih lanjut kasat reskrim mengatakan, dari empat korban pembunuhan Sarmo, tiga diantaranya sempat dilaporkan keluarganya dalam laporan kehilangan orang.
Yakni atas nama korban Katiyani dan Sunaryo, serta satu laporan orang hilang atas nama Agung Santosa di Polres Klaten. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono