RADARSOLO.COM – Kasus pencurian ternak kambing dikabarkan marak terjadi di Kecamatan Manyaran, Wonogiri.
Mengantisipasi kejadian serupa terulang, masyarakat diharapkan menggiatkan kegiatan siskamling.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo menjelaskan, ada sejumlah laporan terkait pencurian kambing di Manyaran.
Tercatat laporan masuk dari empat desa. Kejadian ini marak sejak awal tahun ini.
Kasus pertama menimpa Prano, warga Dusun Gunung Cilik, Desa Karanglor, Manyaran.
Dia mengaku kehilangan seekor kambing pada 6 Januari. Kerugian yang dialami korban ditaksir Rp 2,5 juta.
Dua hari berselang (8/1), giliran seekor kambing milik Sutimin, warga Lingkungan Ngruwuh Wetan, Kelurahan Punduhsari, Manyaran yang digondol maling.
Kerugian korban ditaksir Rp 2,75 juta.
Menyusul laporan pencurian dua ekor kambing milik Suyat, warga Lingkungan Ngrombo, Kelurahan Pagutan, Manyaran pada 12 Januari.
Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir Rp 5,5 juta.
Terakhir, kasus teror pencurian kambing menyasar kandang milik Marikem, warga Dusun Pengkol, Desa Pijiharjo, Manyaran.
Seekor kambing milik Marikem raib dengan kerugian ditaksir Rp 2,5 juta.
“Pelaku diduga melakukan pencurian kambing pada dini hari. Rentang waktunya antara pukul 01.00-04.00, saat pemilik kambing masih tidur,” kata Anom, Kamis (18/1).
Dari keempat kasus tersebut, semua kandang kambing lokasinya tak jauh dari rumah para korban.
Selain itu, ternak yang digondol posisinya terikat tali di kandang.
“Baru ketahuan oleh pemiliknya pada pagi hari. Kambing hilang beserta talinya. Kami sudah lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pelakunya masih dalam lidik,” beber Anom.
Sementara itu, Anom mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali kegiatan siskamling. Selain itu, polisi juga gencar menggelar patroli. (al/fer/ria)
Editor : Syahaamah Fikria