RADARSOLO.COM-Pemkab Wonogiri sudah merampungkan revitalisasi dua pantai di Kecamatan Paranggupito. Yakni Pantai Sembukan dan Pantai Klothok.
Bahkan nama terakhir jadi pilot project pengembangan pantai di Kabupaten Wonogiri.
Sebagai catatan, revitalisasi Pantai Klothok dan Pantai Sembukan memakan anggaran Rp 10 miliar.
Meski sudah selesai revitalisasi sejak Desember, namun Pantai Klotok baru diresmikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Minggu (28/1/2024).
“Revitalisasi Pantai Klothok menjadi pilot project pengembangan wisata di masa mendatang,” terang bupati Wonogiri.
“Tidak menutup kemungkinan ada pengembangan pantai lain ke depannya. Sebab sudah terbangun kesadaran masyarakat, bahwa pantai adalah aset yang harus ditata dan dikelola,” imbuhnya.
Pemkab Wonogiri diberi kewenangan mengelola APBD untuk mengembangkan potensi-potensi daerah. Sebagai upaya meningkatkan derajat ekonomi.
“Test case-nya Pantai Klothok dulu. Kalau masyarakat bisa merawat dengan baik dan mempunyai rasa melu handarbeni, maka destinasi yang lain akan dikaji. Akan kami konsultasikan kepada para ahli. Kalau oke pasti akan kami garap,” papar bupati yang akrab disapa Jekek.
Di sisi lain, peresmian Pantai Klothok diawali dengan gowes dari Kecamatan Giritontro. Dilanjutkan sarasehan bersama 1.500 warga.
Hadir Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edy Ristriyono, para penggemar olahraga sepeda, serta masyarakat Paranggupito.
Acara tersebut mengolaborasikan potensi yang ada untuk dikelola dan dikembangkan.
Karena masyarakat harus mempunyai pola pikir yang sama, dalam manajerial dan penataan destinasi wisata. Dengan demikian eskalasi jumlah pengunjung akan selalu meningkat.
“Maka perlu kolaborasi semua pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, dan pokdarwis (kelompok sadar wisata) di Paranggupito untuk memanfaatkan potensi yang ada,” bebernya.
Sementara itu, revitalisasi Pantai Klothok dan Pantai Sembukan berdampak pada kemacetan di akhir pekan. Maklum, jumlah wisatawan yang berkunjung membeludak. Kemacetan ini baru pertama kali terjadi di Paranggupito. (al/fer)
Editor : Tri Wahyu Cahyono