RADARSOLO.COM- Kriteria pemimpin idaman pada Pilkada Wonogiri 2024 disampaikan pengurus LDII Wonogiri.
Menyusulnya munculnya sejumlah nama yang digadang-dagang bakal terjun dalam kontestasi Pilkada yang digelar November 2024.
Ketua DPD LDII Wonogiri Sutoyo mengatakan, pihaknya memiliki kriteria calon pemimpin Wonogiri.
Salah satunya harus profesional. "Kalau itu (kriteria) ya profesional dan nasionalis. Jadi mungkin bisa membawa Ukhuwah Islamiyah, bisa membawa kerukunan antarumat beragama di Wonogiri," ujar Sutoyo, Minggu (24/3/2024).
Figur calon bupati Wonogiri harus memiliki strategi membangun daerah yang lebih maju.
Tidak kalah pentingnya adalah pemimpin harus jujur.
"Kalau detail pribadi seperti apa, belum. Tapi secara umum ya profesional dan nasionalis," terang Sutoyo.
Ditambahkan ketua DPD LDII Wonogiri, sebagai lembaga, LDII tidak akan memihak peserta kontestasi Pilkada.
Meskipun netral, umat LDII tetap aktif memberikan hak politiknya sebagai warga negara Indonesia.
"Kalau kami sebagai organisasi, berpolitik itu netral, tidak memihak. Tapi sebagai warga negara yang baik, harus menggunakan hak pilihnya. Tidak boleh golput," papar Sutoyo.
Diakui Sutoyo, ada sejumlah anggota LDII yang juga menjadi kader partai politik.
Meski demikian, itu murni sebagai perseorangan, bukan atas nama organisasi.
"Yang ikut parpol itu murni atas nama pribadi, tidak boleh membawa organisasi. Murni pribadi, yang jelas kami ada panduan netral aktif," ungkap Sutoyo.
Sekretaris DPD LDII Wonogiri Agung Susanto memastikan, sebagai organisasi, LDII tidak akan memihak ke salah satu calon Pilkada 2024.
"Kalau sosok, nanti bisa kita pelajari dari visi misinya, programnya. Apa itu ada pemberdayaan masyarakat dan sebagainya," kata Agung. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono