Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pondok Pesantren Al Barru Wonogiri Targetkan 20 Hari Khatam Alquran selama Ramadhan

Iwan Adi Luhung • Rabu, 27 Maret 2024 | 04:16 WIB
Santri pondok pesantren Al Barru Wonogiri mengikuti tausiyah dari ustad. (Iwan Adi Luhung/Radar Solo)
Santri pondok pesantren Al Barru Wonogiri mengikuti tausiyah dari ustad. (Iwan Adi Luhung/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Santri Pondok Pesantren Al Barru Wonogiri mengencangkan ikat pinggang selama memasuki bulan Ramadhan. Mereka diminta mengkhatamkan Alquran dalam waktu 20 hari.

Pondok Pesantren Al Barru berdiri di Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota pada 2013. Selama Ramadhan ini, ada banyak kegiatan di ponpes tersebut. Kegiatan rutin sebelumnya juga lebih ditingkatkan untuk memperdalam agama.

Pengurus Ponpes Al Barru Agung Susanto mengatakan, untuk mencapai target khatam selama 20 hari, para santri melakukan tadarusan. Dalam satu hari, santri dua kali melakukan tadarus Alquran.

”Dua kali tadarus itu malam dan pagi hari,” ujar Agung Selasa (26/3).

Untuk malam, lanjut dia, digelar usai salat Tarawih. Sementara untuk pagi digelar usai salat Subuh. ”Tidak cuma membaca. Santri diajak mendalami juga,” terang Agung.

Kegiatan para santri di sana dimulai sejak pukul 02.00 untuk salat sunah. Setelah itu sahur dan dilanjutkan salat Subuh hingga pukul 05.30. Para santri juga diajak untuk mendalami materi Alquran dan hadist lewat terjemahan. Amal kebaikan juga dilakukan, seperti bersih-bersih dan lainnya.

Selain itu, para santri juga diajak untuk berbagi kebaikan. Biasanya pada 10 hari jelang Ramadhan usai, para santri bersama pihak eksternal berbagi takjil.

”Kami menggandeng dari Kodim 0728 Wonogiri di tahun lalu. Kerjasama lintas sektoral. H-7 Lebaran kan anak-anak sudah pulang,” kata Agung.

Selain itu tiga hari dalam 10 hari terakhir para santri diajak untuk beriktikaf. Itu dilakukan sebelum para santri pulang ke rumahnya. ”Kalau pulang, kita wajibkan dijemput supaya lebih aman dan terpantau juga anak-anak,” kata dia.

Adapun jumlah santri di sana dibagi menjadi tiga kategori. Santri reguler sejumlah 31 putra dan 37 putri. SMP 25 putra dan 15 putri. Lalu SMA 33 putra dan 55 putri. Total ada 196 santri.

”Kalau yang SMP dan SMA kalau jam sekolah ya sekolah dulu. Setelah itu ikut program di pondok,” kata dia.

Saat mondok di sana, para santri tak diperbolehkan membawa handphone. Jika keluarga rindu, bisa memanfaatkan fasilitas call center untuk berbincang dengan anak mereka yang sedang mondok. (al/adi)

Editor : Adi Pras
#Kabupaten Wonogiri #khataman alquran #Pondok Pesantren #ramadhan #iktikaf #Tarawih #subuh