Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sukses Berdagang Bakso, Perantau dari Bubakan Wonogiri Dikenal Bermental Baja: Harapannya Sekolahkan Anak hingga Kuliah

Iwan Adi Luhung • Jumat, 12 April 2024 | 17:10 WIB
Garupa masuk ke Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri.
Garupa masuk ke Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri.

RADARSOLO.COM - Banyak warga Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Wonogiri yang baru lulus SMA/SMK, dan memilih merantau untuk berjualan bakso.

Ada yang membantu usaha orang tuanya.

Ada juga yang memilih untuk ikut bekerja dengan juragan bakso dari desa setempat yang sudah sukses di perantauan.

“Kebanyakan SMA/SMK ikut merantau. Kalau orang tuanya jualan sudah mapan, cari tenaga kan susah,” kata Sekretaris Desa Bubakan Suparto.

Mereka yang berani merantau rata-rata memiliki mental petarung.

Saat bekerja dengan orang lain, mereka telaten belajar dari juragannya untuk beberapa waktu.

Setelah mampu dan yakin, mereka selanjutnya memilih untuk membuka usaha sendiri.

Dengan demikian, jumlah pedagang bakso dari Desa Bubakan terus bertambah.

“Kalau dari kampung sini, biasanya ikut orang satu dua kali. Setelah itu ya sudah, mereka mandiri. Membuka usaha sendiri," ujar dia.

Pola pikir perantau dari Kampung Bakso itu memang patut diacungi jempol.

Mereka dengan telaten berani membuka usaha sendiri di perantauan.

"Daripada ikut orang, mendingan jualan sendiri, mengadu nasib sendiri,” beber Suparto.

“Bosnya juga nggak masalah, malah justru mereka bisa mandiri dan membuka usaha sendiri,” imbuh dia.

Terpisah, Camat Girimarto Sunardi mengamini bahwa Girimarto adalah salah satu wilayah yang sebagian besar warganya jadi pedagang bakso di perantauan. Salah satunya di Desa Bubakan.

"Banyak pedagang bakso yang sukses dari Desa Bubakan," kata dia.

Sunardi memiliki harapan tersendiri atas suksesnya para pedagang bakso dari desa setempat.

Harapannya, para pedagang bakso yang sukses itu bisa menguliahkan anak atau kerabat mereka hingga perguruan tinggi.

Sehingga bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Harapan pihak kecamatan itu bukan tanpa alasan.

Sebab, banyak warga yang langsung bekerja usai rampung SMA/SMK. Salah satunya adalah ikut berdagang bakso.

Di satu sisi ini positif karena mereka tidak menganggur.

Namun, di sisi lain jumlah warga yang melanjutkan ke perguruan tinggi makin berkurang.

"Memang tidak semuanya. Ada juga anak pedagang bakso yang berkuliah. Nah, itu harapan kita. Jadi orang tuanya sukses berwirausaha, anaknya belajar yang tinggi," kata dia. (al/bun/ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#bakso #Bubakan #perantau #wonogiri #pedagang