RADARSOLO.COM - Sudah cukup lama kondisi Hutan Kota Wonogreen terkesan angker. Public space itu layaknya tempat uka-uka.
Lokasi Hutan Kota Wonogreen cukup strategis. Tak jauh dari GOR Giri Mandala Wonogiri.
Pengamatan radarsolo.com, Minggu (21/4/2024) siang, rumput liar tumbuh subur.
Bebatuan yang ditata dan biasanya digunakan untuk berjalan telanjang kakisebagian tertutup rumput.
Selain itu, perosotan di area bermain anak juga menjadi sasaran vandalisme.
Kurang terawatnya Hutan Kota Wonogreen diakui oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri Bahari. Ada kendala dalam perawatan Hutan Kota Wonogreen.
"Memang kami ada keterbatasan di petugas," Minggu (21/4/2024).
Sejumlah petugasnya pensiun. Sementara itu, adanya aturan tidak boleh merekrut tenaga honorer menjadi satu kendala. "Ini menjadi sebuah kendala," kata Bahari.
Memurut dia, ada beberapa titik ruang terbuka hijau yang diprioritaskan. Misalnya seperti Taman Plintheng Semar. Itu menjadi tanggung jawab petugasnya.
"Ini sementara. Karena kita juga punya kendala keterbatasan petugas. Mungkin nanti diharapkan, saat ada ruang melakukan rekrutmen kembali mungkin dengan ASN, tenaga kontrak, atau outsourcing, mungkin bisa kaami dorong penanganan di sana," beber Bahari.
Untuk sementara itu, imbuh Bahari, pihaknya melakukan penanganan insidental di Hutan Kota Wonogreen.
Pihaknya berusaha, saat ada kegiatan pembersihan salah satu titik yang dipilih adalah di sana. Namun itu adalah langkah insidental. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono