Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Seperti ini Alimnya Supriyanto Tersangka Pembunuhan Perempuan di Slogohimo saat di Tahanan Polres Wonogiri 2018

Iwan Adi Luhung • Selasa, 30 April 2024 | 02:08 WIB
Supriyanto digelandang anggota Polres Wonogiri untuk menunjukkan lokasi dikuburnya mayat Kartika, Senin (22/4/2024).
Supriyanto digelandang anggota Polres Wonogiri untuk menunjukkan lokasi dikuburnya mayat Kartika, Senin (22/4/2024).

RADARSOLO.COM–Polres Wonogiri telah menetapkan Supriyanto, 44, sebagai tersangka pembunuhan Kartika Margarety Diah Pratiwi, 28, warga Desa Bendosari, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Supriyanto tega membekap mulut Kartika hingga meninggal dunia karena masalah asmara. Jasad anggota KPPS Pemilu 2024 itu lalu dibakar.

Kebiadaban Supriyanto berbanding terbalik saat dirinya masih mendekam di tahanan Mapolres Wonogiri pada September 2018.

Henry, 45, masih ingat betul saat kali pertama bertemu Supriyanto alias Baron di tahanan Polres Wonogiri.

Kala itu Henry berurusan dengan penegak hukum atas kasus narkoba, sedangkan Supriyanto terjerat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Sedikit kami cerita-cerita di sana," ujar Henry, Senin (29/4/2024).

Saat berbagi cerita itu, Henry mengetahui bahwa Supriyanto pernah mendekam di Lapas Sragen atas kasus pembunuhan.

Dari situ, Henry mulai kenal dekat dengan Supriyanto.

Henry menceritakan, Supriyanto cukup aktif saat di tahanan. Sering menjadi imam saat para tahanan sholat berjamaah.

"Saat itu, soal agama, dia di atas rata-rata. Dari segi ngaji dan sholatnya," papar Henry.

Satu bulan lamanya Henry bersama Supriyanto di tahanan Polres Wonogiri.

Setelah itu, Henry dikirim ke Lapas Wonogiri (dulu Rutan Kelas II B Wonogiri). Sekira dua pekan kemudian, Supriyanto juga dikirim ke sana.

"Waktu itu satu di sel karantina. Menurut saya, dia itu tahu banyak soal agama. Saya belajar ngaji dari dia. Dia baca kitab gundul. Diajak curhat juga nyambung orangnya," beber Henry.

Cerita bahwa Supriyanto pernah menjadi tersangka pembunuhan santer terdengar di kalangan tahanan Lapas Wonogiri.

Dari sel karantina, Henry dan Supriyanto terpisah blok tahanan. Tapi mereka masih kerap bertemu.

"Dia sering azan di masjid Lapas. Jadi tamping (narapidana yang dipercaya membantu pelaksanaan kegiatan di lapas)," jelas Henry.

Pascabebas dari Lapas Wonogiri, Henry tak lagi berkomunikasi maupun bertemu Supriyanto.
Henry yang kini merantau di Tangerang kaget mendengar kabar Supriyanto kembali menjadi tersangka pembunuhan.

"Nggak sengaja liat di TikTok. Saya akhirnya kroscek ke teman saya. Dan ternyata benar. Saya nggak menyangka, soalnya kalau diajak ngobrol nyambung. Suka bercanda juga," ungkap Henry.

Henry berkeinginan, saat libur bekerja bisa pulang kampung ke Wonogiri untuk membesuk Supriyanto. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pembunuhan #Polres Wonogiri #mayat perempuan #supriyanto #Kartika #slogohimo