Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengenal Bedah Saraf pada Perdarahan Otak yang Kini Bisa Ditangani di RSUD Wonogiri

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 2 Mei 2024 | 18:12 WIB
Pelayanan pasien di RSUD Wonogiri yang selalu mengedepankan profesionalitas.
Pelayanan pasien di RSUD Wonogiri yang selalu mengedepankan profesionalitas.

RADARSOLO.COM-Kemajuan dan perkembangan teknologi memiliki dampak yang besar pada peradaban manusia modern yang menuntut mobilitas tinggi.

Tingginya mobilitas masyarakat dan perubahan gaya hidup masyarakat berdampak pada meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan cidera kepala baik sedang maupun berat.

Lebih dari 80 persen penderita yang datang ke IGD selalu disertai dengan cedera kepala.

Sebagian besar cedera kepala disebabkab oleh kecelakaan lalu lintas, berupa tabrakan sepeda motor, mobil, sepeda dan penyeberang jalan yang ditabrak.

Cedera kepala dapat melibatkan semua komponen yang ada. Mulai dari lapisan paling luar (SCALP : Skin, Connetive tissue, Aponeurosis galae, Loose areola tissue, Pericranium).

Hingga bagian terdalam ( Duramater, Arachnoid, Piamater dan jaringan otak). Setiap komponen yang terlibat memiliki kaitan yang erat dengan mekanisme cedera yang terjadi.

Trauma pada SCALP bisa berupa excoriasi/lecet, laserasi, kontusio/memar dan avulsi/kulit terlepas.

Sedangkan trauma pada cranium/tulang tengkorak dapat berupa fraktur linear, diastasis, kominutif dan depressed yang bisa terjadi pada kubah tulang tengkorak maupun dasar tulang tengkorak.

Cedera pada otak dapat berupa kerusakan primer yang timbul pada saat trauma sebagai akibat dari kekuatan mekanik yang langsung menyebabkan kerusakan jaringan bisa bersifat fokal/lokal atau difus/menyeluruh.

Serta kerusakan sekunder yang timbul dari komplikasi dari kerusakan otak primer termasuk kerusakan oleh karena hipoksia, iskemia, pembengkakan otak, hipertensi intracranial, hudrocephalus dan infeksi.

Perdarahan intracranial mencakup perdarahan extradura dan intradura.

Jaringan otak dilapisi jaringan yang sangat kuat dan tipis tersusun atas unsur kolagen dan fibril yang elastis yang disebut meninges serta cairan serebrospinal.

Meninges terbagi menjadi tiga lapisan, yaitu duramater, arachnoid dan piameter. Fungsi utama meninges dan kelenjar serebrospinal adalah untuk melindungi sistem saraf pusat.

Duramater, terletak paling luar yang terdiri dari dua lapisan, lapisan luar (periosteal) langsung melekat pada endosteun tabula interna cranium.

Sedangkan lapisan dalam di beberapa tempat akan memisah dari lapisan luar melipat membentuk ruang sinus sinus vena pada permukaan jaringan otak.

Arachnoid, terletak tepat dibawah lapisan duramater merupakan selaput yang tipis, avascular dan transparan. Arachnoid berbentuk seperti jaring laba-laba.

Antara Arachnoid dan piameter terdapat ruangan berisi cairan otak ( CSS, cairan cerebrospinal) yang berfungsi untuk melindungi otak bila terjadi benturan.

Piamater adalah membran yang sangat lembut dan tipis. Lapisan ini melekat pada otak. Pia mater mengandung sedikit serabut kolagen dan membungkus seluruh permukaan sistem saraf pusat dan vaskular besar yang menembus otak.

Perdarahan extradura (Epidural hematoma), adanya penumpukan darah diantara lapisan duramater dan tabula interna cranium.

Sumber perdarahan biasanya terjadi pada robekan cabang arteri meningea oleh fraktur tulang tengkorak, atau kadang dari robekan pembuluh darah vena (diploe) atau dari robekan sinus venosus.

Bekuan darah biasanya berbentuk bikonveks pada pemeriksaan CT scan.

Photo
Photo

Gambaran hiperdens berbentuk bikonveks pada regio parietal kiri, menunjukan perdarahan epidural.

Sedangkan pada perdarahan intradural yang mencakup perdarahan subdura, subarachnoid, intracerebral, intracerebellar dan intraventricular.

Perdarahan subdural (SDH) , diartikan terjadi penumpukan darah pada lapisan duramater dan arachnoid. Perdarahan subdural biasanya terjadi karena robekan “Bridging vein”.

Pada pemeriksaan CT scan terdapat gambaran hiperdens berbentuk bulan sabit.

Photo
Photo
Gambaran hiperdens berbentuk bulan sabit pada regio frontotemporoparietal kiri, menunjukan perdarahan subdural.

Selama ini kasus-kasus pasien bedah saraf yang berobat baik di RSUD Wonogiri maupun RS swasta di Wonogiri selalu dirujuk ke rumah sakit yang lebih tinggi di luar Kabupaten Wonogiri.

Sebab itu, Pemkab Wonogiri melalui RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso akan membuka pelayanan bedah syaraf untuk melayani pasien, baik yang ada di wilayah Kabupaten Wonogiri maupun sekitarnya.

Diharapkan dengan adanya layanan bedah saraf, masyarakat bisa terbantu untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas akibat terlambatnya penanganan kasus bedah saraf.

Untuk layanan bedah saraf di RSUD Wonogiri akan ditangani dr. Aris Santoso, Sp.BS.

Saat ini, RSUD Wonogiri telah mempersiapkan sarana dan prasarana serta SDM yang diperlukan pembukaan layanan bedah saraf, sudah tersedia fasilitas:

Dengan adanya layanan bedah saraf ini menambah layanan yang ada dan diharapkan dapat meminimalisir kematian dan kecatatan akibat kecelakaan.

Dibukanya layanan bedah syaraf di Wonogiri menjadi bukti jika ilmu pengetahuan dan teknologi RSUD Wonogiri makin meningkat.

Diharapkan, rumah sakit kebanggaan masyarakat Wonogiri ini bisa semakin berkembang dengan standar pelayanan lebih baik,

Hal ini merupakan salah satu usaha RSUD Wonogiri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bedah saraf #RSUD Wonogiri #pasien #perdarahan otak #pelayanan