RADARSOLO.COM-Suasana haru nampak di rumah SV, siswi SMP asal Kecamatan Girimarto, Wonogiri yang akhir hidup, Kamis (16/6/2024).
Puluhan orang melayat ke rumah duka. Sebagian duduk di kursi yang ditata rapi di teras rumah, sebagian lagi duduk di dalam rumah duka.
Tak ada suara pelayat yang terdengar. Hanya tangisan keluarga yang pecah dari dalam rumah.
"Rencana dimakamkan pukul 13.00," ujar Ketua RT setempat Adi Mulyadi.
Tak ada yang mengira SV melakukan perbuatan tersebut. Keseharian SV juga biasa saja.
Meski pendiam, korban aktif di kegiatan karang taruna.
"Tadi ya kaget juga ada peristiwa ini," terang Adi Mulyadi.
Ketua RT menuturkan, SV tinggal bersama neneknya, sedangkan orang tuanya merantau.
Pada Kamis pagi, nenek SV sempat ke rumah Adi untuk membayarkan PBB.
Saat itu, nenek SV sempat bercerita bahwa cucunya belum bangun dan keluar kamar, padahal sudah jam masuk sekolah.
"Saya bilang, mungkin ada liburan atau apa, lalu neneknya pulang. Setelah itu saya dapat laporan, datang ke lokasi ternyata ada kejadian itu," kata Adi.
SV diduga tengah berbadan dua. Meski demikian, tak ada kecurigaan dari tetangga atas hal itu. Sebab SV cenderung tertutup.
Sementara itu, ada isu bahwa korban diduga menjadi korban bullying.
Namun, isu itu ditampik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto.
"Informasinya tidak ada bullying. Bahkan informasi yang kami dapat (dari pihak sekolah), anak ini berprestasi, ranking 1 dikelasnya," ungkap Sriyanto. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono