Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berdayakan Warganya, Pemdes Slogoretno Wonogiri Ajak Geluti Tanaman Kakao: Berani Keluarkan Modal

Iwan Adi Luhung • Selasa, 4 Juni 2024 | 01:32 WIB
Petani kakao dari Desa Slogoretno, Jatipurno, Wonogiri menimba ilmu ke Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (1/6/2024)
Petani kakao dari Desa Slogoretno, Jatipurno, Wonogiri menimba ilmu ke Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (1/6/2024)

RADARSOLO.COM–Pemdes Slogoretno, Jatipurno, Wonogiri menggenjot program ketahanan pangan.

Salah satunya adalah mengembangkan budidaya kakao di wilayah setempat.

Kades Slogoretno Suparmanto mengatakan, pihaknya menggelar pelatihan program ketahanan pangan dengan budidaya kakao alias coklat.

"Kami sosialisasi dan latih warga di enam RW," ujarnya, Senin (3/6/2024).

Pelatihan itu melibatkan satu rumah tangga satu perwakilan dengan jumlah keseluruhan mencapai 450 orang.

Diungkapkan Suparmanto, kakao telah ditanam di Desa Slogoretno sejak 1999.

Kini, populasi tanaman kakao di Slogoretno yang sudah berproduksi mencapai 2.500 batang.

Namun sejak saat itu sampai sekarang, belum pernah ada penyuluhan tentang budi daya tanaman kakao.

Baik mengenai pemupukan, perawatan, ataupun pengembangan.

“Karena itu, kami gelar kegiatan ini dianggarkan dalam program ketahanan pangan, karena komoditas kakao mempunyai harga jual yang cukup tinggi dan berbuah sepanjang musim," beber kades.

Tidak tanggung-tanggung, Pemdes Slogoretno menganggarkan Rp 160 juta untuk membiayayi sosialisasi dan pelatihan kepada seluruh masyarakat.

Termasuk pemberian stimulan pupuk NPK-16 dan KCL bagi tanaman yang sudah berproduksi.

Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Jateng-Pemkot Solo Hadirkan SMAN 9, Warga Kecamatan Pasar Kliwon Makin Tenang Ikuti Sistem Zonasi

Pemberian bibit kakao unggul jenis MCC 02, dan stimulan pupuk awal serta untuk kegiatan kunjungan lapangan budi daya dan pengolahan kakao.

"Program ini dilakukan agar budi daya tanaman kakao di Desa Slogoretno bisa lebih baik dan memberikan peningkatan ekonomi masyarakat," kata dia.

Selain itu, petani kakao dari Desa Slogoretno juga menimba ilmu ke Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (1/6/2024).

Mereka belajar mengenai budi daya, pengolahan dan pemasaran kakao.

Antara lain cara memilih bibit unggul, menanam kakao, memelihara tanaman, serta mengendalikan hama dan penyakit.

Warga Desa Slogoretno juga berkesempatan belajar langsung di kebun kakao milik Kelompok Tani Kakao Nglanggeran.

Dengan demikian, mereka lebih memahami dan menerapkan teknik-teknik tersebut dengan lebih baik dari para ahlinya. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pertanian #jatipurno #Desa Slogoretno #wonogiri #kakao