Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Daging Sapi Kurban Presiden Jokowi Dibagikan Merata Satu Kelurahan di Kismantoro Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Senin, 17 Juni 2024 | 23:06 WIB

 

Sapi kurban dari Presiden Jokowi di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Senin (17/6/2024).
Sapi kurban dari Presiden Jokowi di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Senin (17/6/2024).

RADARSOLO.COM-Sapi kurban dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan di Masjid Ar Raudhoh di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri sudah disembelih.

Lurah Gesing Jamari mengatakan, sapi seberat 1,1 ton dari peternak di Kecamatan Girimarto itu tiba di Gesing, Minggu (16/6/2024) sekira pukul 20.00.

"Penyembelihannya sekira pukul 08.00," ujar Jamari, Senin (17/6/2024).

Lurah menuturkan, sapi itu disembelih di lapangan yang berlokasi tak jauh dari Masjid Ar Raudhoh.

Berdasarkan kesepakatan bersama, termasuk dengan para ketua RT dan RW setempat, daging sapi kurban dari Jokowi akan dibagikan ke seluruh warga Kelurahan Gesing.

"Dibagikan ke semua warga. Sudah disepakati oleh RT dan RW,” terang Jamari.

Dengan begitu, daging sapi itu tidak hanya dibagikan ke jamaah masjid atau warga yang tinggal di sekitar masjid saja.

Diungkapkan Jamari, total ada 30 RT di Kelurahan Gesing. Adapun jumlah kepala keluarga (KK) sekira 1.400-an.

Di bagian lain, pada Idul Adha kali ini, warga LDII Wonogiri menggerakkan perekonomian senilai Rp 11,29 miliar untuk kurban.

Nominal tersebut berasal dari 510 ekor sapi dan 660 ekor kambing.

Ketua DPD LDII Wonogiri Sutoyo mengatakan, jumlah tersebut naik dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Tunaikan Sholat Idul Adha di Alun-Alun Klaten, Ini Pesan Bupati Sri Mulyani kepada Masyarakat

Adapun rata-rata harga sapi Rp 23 juta dan harga kambing Rp 2,5 juta.

"Pada Idul Adha 2023, warga LDII Wonogiri menyembelih 464 ekor sapi dan 676 ekor kambing," jelas Sutoyo.

Ditambahkan Sutoyo, warga yang kurang mampu juga bisa melaksanakan kurban.

Kuncinya adalah ketakwaan kepada Allah. Dari rasa takwa tersebut, seseorang bisa menggerakkan diri untuk beribadah, termasuk berkurban.

Dia pun merujuk beberapa praktik kurban pada masa Rasulullah. Seperti satu orang dengan satu hewan kurban.

"Andaikan tidak mampu, satu hewan kurban untuk tujuh orang. Adapula satu hewan kurban untuk satu keluarga,” terangnya.

“Rasulullah mengurbankan dua ekor kambing. Satu kambing untuk keluarganya dan satu kambing dikurbankan untuk umat Islam yang tidak sempat berkurban," pungkas Sutoyo. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Sapi Kurban #presiden jokowi #kelurahan gesing #kismantoro