Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nyaman Pakai Selendang Gendong Dibandingkan Tas Ransel, Sejumlah Jamaah Haji Asal Wonogiri Sita Perhatian

Iwan Adi Luhung • Selasa, 18 Juni 2024 | 00:07 WIB

 

Jamaah haji dari Kabupaten Wonogiri berfoto di bawah pohon Soekarno.
Jamaah haji dari Kabupaten Wonogiri berfoto di bawah pohon Soekarno.

RADARSOLO.COM–Meskipun berada di Tanah Suci, sejumlah jamaah haji Kabupaten Wonogiri tak meninggalkan tradisi sekaligus mempromosikan potensi daerahnya.

Kontan, yang dilakukan emak-emak jamaah haji Wonogiri tersebut menyita perhatian.

Mereka memakai selendang gendong bermotif batik untuk membawa barangnya.

Teguh Setiyono, petugas tim pemandu haji Wonogiri mengatakan, ibu-ibu jamaah haji menggunakan selendang gendong usai menjalani wukuf di Arafah dan hendak menuju Muzdalifah.

"Ibu-ibu jamaah haji Wonogiri bersiap meninggalkan Arafah setelah wukuf menuju Muzdalifah,” ujar Teguh belum lama ini.

“Memakai selendang gendong khas Wonogiren dengan penuh keceriaan," imbuhnya.

Hal itu menarik perhatian. Sebab motif batik selendang yang digunakan berbeda dengan setelan baju ihrom yang serbaputih.

Menurut Teguh, sejumlah jamaah haji Wonogiri mengenakan selendang gendong mulai dari tenda 11 Maktab 33 Arofah.

Mereka sempat foto bersama di bawah pohon Soekarno di dalam tenda.

"Itu tenda kita. Wonogiri di Arafah ada di Maktab 33 tenda 6 dan 11. Jumlah total 254 jamaah, termasuk tambahan dari Jogjakarta dan beberapa daerah lainnya," beber Teguh yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Wonogiri.

Diungkapkan Teguh, ibu-ibu jamaah haji memakai selendang gendong karena dinilai lebih fleksibel dibandingkan tas ransel.

Baca Juga: Temukan Hewan Kurban yang Giginya Belum Tanggal, Dinas Pertanian Wonogiri: Bukan Kewenangan Kami Memutuskan

Selendang gendong lebih mudah digeser, ditarik-ulur dan diputar-putar.

"Bahkan tas saja bisa masuk gendongan. Kalau mereka nyaman, (selendang gendong) akan dibawa selama proses ibadah haji," tutur Teguh.

Sekadar informasi, tercatat 332 jamaah haji asal Kota Sukses. Mereka dibagi menjadi dua kelompok terbang (kloter).

Sebanyak 73 jamaah tergabung dalam kloter 99 bersama jamaah asal Sukoharjo.

Mereka diberangkatkan dari Wonogiri ke Asrama Haji Donohudan, Sabtu (8/6/2024) sekira pukul 16.00.

Sedangkan 259 jamaah lainnya masuk kloter 100. Diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, Minggu (9/6/2024) usai subuh. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jamaah haji #selendang gendong #batik wonogiren #wonogiri