Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

27.409 Jiwa di Wonogiri Berpotensi Terdampak Kekeringan

Iwan Adi Luhung • Jumat, 26 Juli 2024 | 01:49 WIB
Plt Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Trias Budiono tunjukkan peta kebencanaan di Kantor BPBD Wonogiri, Kamis (25/7/2024).
Plt Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Trias Budiono tunjukkan peta kebencanaan di Kantor BPBD Wonogiri, Kamis (25/7/2024).

RADARSOLO.COM – BPBD Wonogiri memetakan daerah berpotensi terdampak kekeringan pada kemarau 2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Trias Budiono mengatakan, Pihaknya telah selesai memetakan wilayah rawan terdampak kekeringan sumber air baku sejak beberapa waktu lalu.

"Kami melakukan pemetaan dengan perhitungan kemungkinan terburuk, kemarau yang panjang," kata dia, Kamis (25/7/2024).

Diketahui, Wonogiri telah memasuki musim kemarau pada Juni.

Diprediksi, awal Oktober mulai memasuki musim penghujan.

Meski demikian, kata Trias, pihaknya mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk.

Dalam hal ini, kemarau terjadi hingga akhir Oktober.

"Pengalaman tahun lalu kan mundur satu bulan," kata dia.

Berdasarkan data BPBD Wonogiri, terdapat 44 desa di 14 kecamatan (lebih lengkap lihat infografis) yang berpotensi terdampak kekeringan.

Adapun jumlah jiwa yang berpotensi terdampak kekeringan sebanyak 27.409 orang.

Trias menerangkan, 44 desa di 14 kecamatan itu bisa masuk wilayah rawan terdampak kekeringan karena sumber air baku terancam menyusut saat kemarau.

"Saat kondisi normal, air di sumur atau sumber ada. Tapi saat kemarau kan menyusut. Telaga juga kalau sampai terlalu panjang kemaraunya," kata dia.

Baca Juga: Disia-Siakan Persis Solo, Bek Asal Sukoharjo Selamatkan Borneo FC dari Kekalahan Atas PSM Makassar di Piala Presiden

Trias menuturkan, upaya Pemkab Wonogiri dalam mengantisipasi kekeringan sudah dilakukan.

Di antaranya dengan adanya pembangunan saluran PDAM yang memudahkan warga mendapatkan akses air bersih seperti di wilayah Kecamatan Paranggupito.

Meski demikian, ada juga kendala yang dialami wilayah.

Trias mencontohkan, di Kecamatan Manyaran yang sebelumnya bisa mencukupi kebutuhan air, kini juga berpotensi terdampak kekeringan.

"Karena diduga dampak gempa Jogja beberapa waktu lalu, di Kelurahan Pijiharjo air di sumbernya mengecil hingga tak bisa memenuhi kebutuhan di sana.

Diduga ada retakan tanah karena gempa, air di sumurnya PDAM merembes ke retakan itu," kata dia.

Saat ini, kata dia, PDAM juga mencari sumber air baru di sana.
Dengan adanya sumber air baru diharapkan bisa mencukupi kebutuhan air di wilayah setempat. (al/wa)

Desa/Kelurahan di Wonogiri Berpotensi Terdampak Kekeringan

1. Pracimantoro

- Wonodadi


2. Paranggupito

- Gunturharjo
- Songbledek

3. Giritontro

- Jatirejo
- Ngargoharjo
- Tlogoharjo
- Tlogosari
- Bayemharjo

4. Nguntoronadi

- Kedungrejo
- Wonoharjo
- Kulurejo
- Semin
- Beji

5. Eromoko

- Ngunggahan
- Baleharjo
- Tegalharjo
- Basuhan
- Pucung
- Tempurharjo

6. Giriwoyo

- Tirtosuworo
- Girikikis

7. Manyaran

- Kepuhsari
- Pijiharjo

8. Wuryantoro

- Mojopuro
- Genukharjo
- Pulutan Kulon
- Mlopoharjo

9. Baturetno

- Boto
- Setrorejo
- Belikurip

10. Tirtomoyo

- Sidorejo
- Ngarjosari
- Hargantoro

11. Karangtengah

- Jeblogan

12. Jatiroto

- Guno
- Brenggolo
- Dawungan


13. Wonogiri

- Giriwono

14. Selogiri

- Gemantar
- Jendi
- Pare
- Keloran
- Pule
- Singodutan

Sumber: Data Rawan Kekeringan Sumber Air Baku BPBD Wonogiri

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kemarau #kekeringan #wonogiri #bpbd