Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Respons Kasus Keracunan di SDN 2 Jatiroto, Begini Kata Komisi IV DPRD Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Kamis, 8 Agustus 2024 | 04:26 WIB
Ilustrasi keracunan makanan.
Ilustrasi keracunan makanan.

RADARSOLO.COM-Komisi IV DPRD Wonogiri merespons gejala keracunan yang dialami puluhan murid SDN 2 Jatiroto, Wonogiri.

“Pertama kita tentu prihatin dengan adanya kejadian ini," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Wonogiri Supriyanto, Rabu (7/8/2024).

Menurut Supriyanto, hingga saat ini, penyebab siswa mengalami gejala keracunan masih ditelusuri.

Pihaknya berharap, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran di semua sekolah di Wonogiri. Dimana semua makanan dan minuman yang dikonsumsi anak di sekolah harus dalam pengawasan pihak sekolah.

Pria yang akrab disapa Supri itu mencontohkan, ada SD yang menutup pintu gerbang sekolah saat jam istirahat.

"Sehingga siswa jajan di pedagang yang sudah dikelola sekolah. Saat ada apa-apa, sekolah gampang melacaknya," kata Supri.

Ditegaskannya, setiap sekolah harus punya standar dalam pengawasan pedagang makanan atau jajanan yang berinteraksi dengan siswa.

"Semua (pedagang) seharusnya sudah terintegrasi dengan pihak sekolah. Diwadahi oleh pihak sekolah. Apapun yang dijual. Itu untuk memudahkan pengawasan," papar politisi PDI Perjuangan itu.

Supri juga sepakat dengan langkah pihak SDN 2 Jatiroto yang hendak membentuk paguyuban pedagang pasca rampungnya permasalahan ini.

Jika memungkinkan, kata Supri, pedagang yang belum masuk di paguyuban atau teridentifikasi pihak sekolah, tak bisa sembarangan menjajakan dagangannya kepada siswa.

"Yang paling penting ada koordinasi antara pedagang dan sekolah saat gerbang tak ditutup. Minimal pedagang lapor dengan sekolah, jadi pihak sekolah juga tahu," paparnya.

Edukasi kepada pedagang juga dinilai penting. Tak hanya untuk mengantisipasi keracunan. Tapi lebih kepada menjual makanan yang sehat.

Baca Juga: Jalan Panjang Hartono Menjadi Rektor UNS dan Upaya Wujudkan Program Unggulan yang Diberinama Dream Team

Baik dari cara pengolahan maupun bahan yang digunakan agar tak berdampak pada kesehatan anak.

"Tapi kalau semua pedagang belum teridentifikasi, bagaimana melakukan edukasi itu,” tutur Supri.

“Jadi yang pertama identifikasi, pedagangnya dirangkul kemudian setelah itu diberi edukasi. Dibuat paguyuban itu memudahkan identifikasi,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SDN 2 Jatiroto mengalami gejala keracunan.

Tiga siswa diantaranya dilaporkan menjalani rawat inap di dua klinik di Kecamatan Jatiroto. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jajanan sekolah #dprd wonogiri #keracunan #sdn 2 jatiroto