Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Puluhan Siswa SDN 2 Jatiroto yang Mengalami Gejala Keracunan Jajanan Sekolah Sita Perhatian Bupati dan Wabup Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Kamis, 8 Agustus 2024 | 22:16 WIB

 

Pihak sekolah dan polisi jenguk siswa yang diduga keracunan di klinik kesehatan Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, Rabu (7/8/2024).
Pihak sekolah dan polisi jenguk siswa yang diduga keracunan di klinik kesehatan Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, Rabu (7/8/2024).

RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri prihatin dengan kejadian 25 siswa di SDN 2 Jatiroto yang mengalami gejala keracunan.

Pemkab menyiapkan skema guna mengedukasi pedagang agar memperhatikan kualitas bahan makanan untuk membuat jajanan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menilai, kejadian di SDN 2 Jatiroto murni sebuah ketidaksengajaan.

Kejadian keracunan juga dinilai jarang terjadi. Pemkab Wonogiri prihatin atas kejadian tersebut.

Sebab itu, pedagang atau pihak lain yang menyiapkan makanan atau minuman bagi siswa harus ekstrahati-hati.

"Harus dipastikan, bahan-bahan yang disajikan melalui pencermatan dengan baik. Jangan sampai ada bahan kedaluwarsa dan bahan lain yang berpotensi menyebabkan keracunan," pesan bupati, Kamis (8/8/2024).

Joko Sutopo menuturkan, kejadian ini menjadi koreksi bersama.

Namun bisa dipastikan tak ada aspek kesengajaan dalam kejadian itu.

Bupati yang akrab disapa Jekek itu menambahkan, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bersama.

"Ke depan harus dilakukan langkah yang lebih terstruktur agar meminimalisir atau meniadakan kejadian seperti ini," kata Jekek.

Langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah membuka ruang sosialisasi.

Baca Juga: Dilantik Jadi Rektor UNS, Begini Isi 7 Pakta Integritas yang Harus Dipatuhi Hartono

Dimana ada edukasi yang diberikan kepada para pelaku ekonomi di lingkungan sekolah.

Itu agar para pedagang bisa memahami, apa saja bahan baku yang digunakan untuk mengolah jajanan.

Harus dipastikan, bahan makanan yang sehat.

"Hal-hal seperti ini yang perlu kita lakukan. Kami akan koordinasikan dengan dinas kesehatan (dinkes), dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud)," beber Jekek.

Salah satu langkahnya, Pemkab bakal mengundang para pedagang jajanan untuk diberi edukasi.

Itu bisa dilakukan di saat anak libur sekolah.

"Dengan begitu juga tidak mengganggu aktivitas mereka (pedagang)," ucap Jekek.

Pemkab Wonogiri mengajak pedagang tak hanya mengejar keuntungan.

Namun, kualitas dan higienitas jajanan wajib diperhatikan.

"Jangan sampai ada motif yang penting payu (laku), keuntungan besar, aspek kesehatan agak diabaikan," tutur bupati.

Jekek juga prihatin dengan kenaikan jumlah anak yang menjalani cuci darah di tingkat nasional.

Hal itu harus diantisipasi bersama dengan memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan anak-anak untuk hati-hati dalam mengonsumsi makanan.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, gejala keracunan puluhan siswa SDN 2 Jatiroto menjadi perhatian bersama.

Baca Juga: Partai Demokrat Berlabuh ke Koalisi Besar PDI Perjuangan, Pilkada Klaten Bakal Hanya Satu Paslon?

Dia mendorong dinkes dan puskesmas memberikan edukasi kepada pedagang di lingkungan sekolah.

Artinya, jajanan yang disajikan benar-benar sehat dan aman.

"Karena ini rawan ya, perlu ada pembinaan kepada pedagang-pedagang ini," jelas Setyo.

Wabup mengimbau anak-anak bisa lebih selektif dalam memilih makanan.

Pihak sekolah perlu memberikan edukasi kepada siswa tak sembarangan jajan.

"Jadi anak-anak bisa jajan jajanan yang higienis," beber wabup. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jajanan sekolah #bupati #wakil bupati #keracunan #sdn 2 jatiroto #wonogiri