Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengenal Klasterisasi, Cara Pemkab Wonogiri Percepat Tangani Stunting

Iwan Adi Luhung • Kamis, 3 Oktober 2024 | 03:06 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Wonogiri Heru Utomo memberikan paparan saat rakor TPPS di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (1/10/2024).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Wonogiri Heru Utomo memberikan paparan saat rakor TPPS di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (1/10/2024).

RADARSOLO.COM-Pemkab Wonogiri menyiapkan strategi untuk percepatan penanganan stunting.

Itu diungkapkan dalam rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri Selasa (1/10/2024).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P2A) Wonogiri Kurnia Listyarini mengatakan, rakor itu digelar untuk mengevaluasi kerja dan kinerja TPPS dan membuat rencana di triwulan berikutnya.

Kebijakan yang diambil, dibuat kluster untuk sumber daya mendukung penanganan stunting.

Klasterisasi itu dibuat sejak hasil penimbangan serentak Februari 2024.

"Klaster terdiri dari 18 OPD yang dibagi tiga klaster. Sasarannya di desa yang angka prevelensinya di atas 16 persen, ada 41 desa," kata Kurnia Selasa.

Berdasarkan hasil penimbangan serentak di bulan Agustus 2024, hampir semua desa mengalami penurunan angka prevelensi stuntingnya. Tinggal satu desa yang mengalami peningkatan karena banyak ibu hamil kurang energi kronik.

Kurnia memuturkan, berdasarkan hasil penimbangan di Agustus, desa yang angka prevalensinya di atas 16 persen ada di 15 desa. 15 desa itu menjadi sasaran prioritas penanganan stunting.

Selain itu, desa yang jumlah balita stuntednya ada 20 orang juga menjadi sasaran pendampingan prioritas. Hingga akhirnya, 79 desa bakal menjadi sasaran pendampingan prioritas.

"Ini semua OPD bakal terlibat dalam penanganan stunting. Ada program jangka pendek dan program jangka panjang," kata Kurnia.

Dia memerangkan, program jangka pendek itu diantaranya adalah pemberian bantuan dengan kondisi di lapangan. Misal pemberian makanan tambahan (PMT) kurang, bisa diintervensi bersama.

Program jangka panjangnya adalah pemetaan kebutuhan keluarga sasaran. Misalnya seperti masalah rumah tidak layak huni atau sanitasi. Dan itu bakal ditangani OPD terkait.

"Itu kan juga tidak bisa dilakukan jangka pendek. Karena harus direncanakan diusulkan dan dianggarkan. Iya (program jangka pendek) kita gas dulu. Kita akan buat guidance-nya, harapannya juga zero stunting," pungkas Kurnia. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Klasterisasi #pemkab wonogiri #stunting #penanganan