RADARSOLO.COM-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wonogiri mempercepat proses perekaman KTP elektronik (KTP-El) bagi pemilih pemula.
Upaya ini dilakukan agar semua warga pemula di Kabupaten Wonogiri memiliki KTP-El sebelum Pilkada mendatang.
Kepala Disdukcapil Wonogiri Herdian menjelaskan, target perekaman KTP-El pemilih pemula berdasarkan integrasi data dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mencapai 23.512 orang.
Saat ini, sebanyak 21.952 orang sudah melakukan perekaman, sementara 1.560 orang sisanya masih belum terdata.
Sedangkan dari data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) Pilkada, target perekaman mencapai 27.363 orang.
Dari jumlah tersebut, 24.742 orang sudah melakukan perekaman, dan 2.621 orang lainnya masih belum melaksanakan perekaman.
“Kalau data Dapodik itu dari sekolah, sedangkan DP4 mencakup semua pemula, baik yang masih sekolah maupun yang putus sekolah," terang Herdian, Kamis (3/10/2024).
"Kami menargetkan semua pemilih pemula menjalani perekaman agar data mereka terdaftar dan memiliki nomor induk kependudukan,” ujarnya.
Herdian menambahkan, pihaknya berupaya memastikan semua pemilih pemula di Wonogiri memiliki KTP-El.
Hal ini penting agar para pemilih pemula bisa mengakses layanan dasar lainnya yang membutuhkan data kependudukan.
“Kami ingin semua warga Wonogiri memiliki data yang terekam. Ini untuk mempermudah mereka dalam mengakses layanan dasar yang membutuhkan administrasi kependudukan. Kalau tidak memiliki KTP-El, mereka akan kesulitan di kemudian hari,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses perekaman, Disdukcapil Wonogiri telah menyiapkan berbagai strategi, salah satunya dengan membuka layanan reguler di 25 kecamatan setiap hari kerja.
Baca Juga: PHK Boyolali Tertinggi di Jateng, Didominasi Pekerja yang Mengundurkan Diri
Selain itu, Disdukcapil juga melakukan program jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah.
Mereka bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengoordinir jadwal perekaman KTP-El secara kolektif, baik di kecamatan atau langsung di kantor Disdukcapil.
“Kami meminta sekolah-sekolah mengoordinir siswanya untuk datang ke kecamatan atau Disdukcapil guna melakukan perekaman KTP-El,” ujar Herdian.
Selain itu, Disdukcapil Wonogiri juga menggunakan inovasi yang disebut Ulem.
Inovasi ini memanfaatkan data by name by address (BNBA) yang diberikan kepada desa melalui aplikasi layanan online Telunjuk Sakti.
Desa kemudian menerbitkan undangan kepada sasaran perekaman.
“Ulem dilakukan setiap hari Sabtu. Hasilnya cukup bagus, sudah lebih dari seribu orang yang ikut perekaman. Kami akan terus melanjutkan program ini pada tanggal 5, 12, dan 19 Oktober di kecamatan-kecamatan,” beber dia.
Meski begitu, Disdukcapil Wonogiri tidak melaksanakan perekaman langsung di sekolah-sekolah.
Alasannya, mereka tidak ingin mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah dan menghormati keinginan siswa yang enggan melakukan perekaman dengan mengenakan seragam.
“Lewat Ulem, kami bisa memberikan pelayanan dengan pakaian bebas, bukan seragam sekolah. Jadi lebih nyaman bagi mereka,” pungkas Herdian.
Dengan berbagai upaya tersebut, Disdukcapil Wonogiri optimis dapat mencapai target perekaman KTP-El pemilih pemula 100 persen sebelum pelaksanaan Pilkada mendatang. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono