Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cerita Mistis Jembatan Timang di Wonokerto Wonogiri: Malam Hari Terasa Ramai Seperti Pasar

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 03:53 WIB
Penampakan Jembatan Timang di Kecamatan Wonokerto, Wonogiri yang diselimuti cerita misteri.
Penampakan Jembatan Timang di Kecamatan Wonokerto, Wonogiri yang diselimuti cerita misteri.

RADARSOLO.COM-Jembatan Timang di Kecamatan Wonokerto, Wonogiri, menyimpan berbagai cerita mistis.

Beberapa orang mengaku mengalami kejadian di mana mereka merasa seolah-olah berada di lokasi yang sangat ramai pada malam hari, meski sebenarnya sepi.

Kepala Desa Wonokerto Suyanto mengakui cerita tentang suasana mistis di sekitar Jembatan Timang cukup banyak.

Menurutnya, kejadian aneh ini biasanya dirasakan di turunan sebelum jembatan, khususnya bagi pengendara yang melaju dari arah Wonogiri Kota.

“Di sekitar jembatan itu ada pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Walikan. Biasanya di pertemuan sungai seperti ini, ada aura mistis yang kuat,” ujar Suyanto, Jumat (18/10/2024).

Suyanto menambahkan bahwa menurut cerita yang berkembang, dulunya ada sebuah pohon lo di lokasi tersebut. Konon, di bawah pohon itu, Sunan Kalijaga memberikan ilmu kepada para santrinya.

“Aura mistisnya cukup kuat di sana. Banyak yang merasakan, saat melintas terasa ramai seperti pasar, padahal sepi,” katanya.

Namun, fenomena ini tidak mengganggu pengendara atau warga yang melintas di area tersebut.

Hanya ada perasaan bahwa lokasi tersebut terasa lebih ramai dari biasanya, meskipun jarang terjadi kecelakaan di sana.

“Tidak mengganggu, hanya terasa ramai. Dulu pernah ada truk rem blong yang menabrak mobil, keduanya terperosok ke sungai, tapi tidak ada korban jiwa. Meskipun lokasinya mistis, tempatnya cukup aman,” jelas Suyanto.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ada sosok makhluk halus yang menjaga area tersebut, namun sifatnya tidak mengganggu dan dianggap baik.

Baca Juga: Usai Love Next Door, Jung Hae In Ditawari Jadi Pemeran Utama di Drama Jepang: Diterima Tidak?

Selain itu, pertemuan dua sungai tersebut juga sering digunakan untuk kungkum (merendam diri) oleh orang-orang tertentu, terutama pada malam-malam tertentu seperti Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon.

“Ini tempat tirakat. Sejak saya kecil, orang tua saya sering bilang waktunya kungkum. Saya juga pernah ikut tirakat di sana,” pungkas Suyanto. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#JEMBATAN TIMANG #wonokerto #cerita mistis #wonogiri #misteri