Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri: Perangi Infeksi dengan Program PPI untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 24 Oktober 2024 | 22:30 WIB

Sosialisasi cara mencuci tangan yang baik dan benar oleh tim RSUD Wonogiri.
Sosialisasi cara mencuci tangan yang baik dan benar oleh tim RSUD Wonogiri.


RADARSOLO.COM-Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Termasuk menyosialisasikan pencegahan penyakit. Salah satunya adalah terkait infeksi.

Infeksi adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak, menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Mikroorganisme ini sering disebut sebagai patogen.

Penyebaran Infeksi

Infeksi menyebar melalui berbagai cara. Tergantung pada jenis patogen dan kondisi lingkungan.

Photo
Photo

Beberapa cara penyebaran infeksi adalah:

1. Kontak Langsung: Sentuhan fisik, ciuman, hubungan seksual, transfusi darah, atau melalui plasenta dari ibu ke bayi.

2. Kontak Tidak Langsung: Melalui benda yang terkontaminasi, makanan dan minuman, udara (droplet dan airborne).

3. Vektor: Penularan melalui serangga seperti nyamuk, yang dapat membawa patogen dari satu inang ke inang lainnya.

Dampak Infeksi

Dampak infeksi dapat berupa gejala akut (tiba-tiba) atau kronis (berlangsung lama).

Infeksi dapat memengaruhi berbagai organ tubuh seperti sistem pernapasan, pencernaan, saraf, kulit, kardiovaskular, dan sistem kemih.

Dampak jangka panjang meliputi kerusakan organ, penurunan kekebalan tubuh, komplikasi serius seperti sepsis, dan bahkan kematian.

Faktor yang mempengaruhi dampak infeksi meliputi jenis patogen, dosis infeksi, virulensi patogen, dan kondisi kesehatan inang.

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)

Untuk menurunkan risiko infeksi, Rumah Sakit dr. Soediran Mangun Sumarso memiliki Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Program PPI meliputi:

1. Kewaspadaan Isolasi:
Kewaspadaan Standar: Berlaku untuk semua orang di rumah sakit, mencakup hand hygiene, penggunaan alat pelindung diri, pengelolaan limbah, dekontaminasi peralatan medis, dan lain-lain.

Kewaspadaan Transmisi: Diterapkan bagi pasien atau petugas yang berisiko tertular infeksi melalui udara, droplet, atau kontak langsung.

Petugas RSUD Wonogiri mengajari pasien lanjut usia cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Petugas RSUD Wonogiri mengajari pasien lanjut usia cara mencuci tangan yang baik dan benar.

2. Surveilans:
Proses sistematis untuk mendeteksi dini wabah, mengevaluasi efektivitas tindakan pencegahan, menentukan prioritas pencegahan, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.

3. Pendidikan dan Sosialisasi:
Pelatihan mengenai PPI bagi karyawan, tenaga medis, pasien, dan masyarakat.

4. Penerapan Bundel HAIs:
Sekumpulan tindakan untuk mencegah infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs), seperti infeksi nosokomial.

Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA)

PPRA bekerja bersama PPI untuk mencegah resistensi antimikroba dan menjaga kesehatan masyarakat, terutama di rumah sakit.

Integrasi program, kolaborasi tim, dan evaluasi berkala menjadi langkah penting dalam memastikan keberhasilan program ini.

Langkah Keberhasilan PPI

1. Fokus pada budaya keselamatan.
2. Libatkan semua pihak dalam program PPI.
3. Jadikan PPI sebagai bagian dari rutinitas rumah sakit.
4. Evaluasi dan perbaiki program secara berkala.

Keberhasilan program PPI adalah tanggung jawab bersama. Dengan penerapan yang tepat, risiko infeksi dapat dikurangi dan kualitas hidup pasien dapat meningkat. (*)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jamur #infeksi #virus #rsud dr soediran mangun sumarso #program ppi