Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Semangat Atlet Wonogiri di Popda SD/SMP Provinsi Jateng 2024 meski Hanya Penggembira: Cabor Wushu Masuk Semifinal tapi Tak Dapat Medali

Iwan Adi Luhung • Jumat, 8 November 2024 | 00:44 WIB
Ridwan Darian Pamase, atlet wushu Wonogiri untuk Popda SD/SMP Tingkat Privinsi Jateng 2024.
Ridwan Darian Pamase, atlet wushu Wonogiri untuk Popda SD/SMP Tingkat Privinsi Jateng 2024.

RADARSOLO.COM-Meskipun tak terdaftar di Popda SD/SMP Provinsi Jateng, atlet Wonogiri tetap berangkat ke Semarang.

Bahkan ada yang meraih posisi bergengsi tapi pulang dengan tangan kosong.

Itu karena atlet Wonogiri hanya sebagai penggembira.

Eko Budi Santoso, salah satu official kontingen atlet Wonogiri mengatakan, seluruh atlet telah bertolak dari Semarang.

"Ini saya juga perjalanan pulang," kata Eko, Kamis (7/11/2024).

Eko menerangkan, awalnya ada 8 cabor yang tergabung dalam kontingen atlet dari Wonogiri.

Yakni atletik, karate, renang, pencak silat, wushu, panahan, badminton dan taekwondo.

Karena tak didaftarkan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri ke panitia Popda SD/SMP Provinsi Jateng, para atlet kebingungan.

"Setelah itu perjalanan berliku. Kami minta solusi ke Pengprov cabor masing-masing. Akhirnya enam cabor berangkat ke Semarang. Yang tidak berangkat badminton dan taekwondo," ungkap Eko.

Sesampainya di Semarang, tim dari cabor karate tetap tak bisa bermain. Itu karena beda pandangan antara Pengprov cabor karate dan penyelenggara.

"Sampai di sana kan tidak main, terus pulang. Tapi yang lima cabor lain tetap bermain," terangnya.

Menurut Eko, Disporapar Wonogiri sudah meminta maaf ke seluruh cabor karena tak mendaftarkan mereka ke panitia Popda SD/SMP Provinsi Jateng.

Disporapar Wonogiri, kata Eko, telah melakukan lobi-lobi ke Disporapar Jateng dan Pengprov masing-masing cabor.

Hasil akhirnya, dari delapan cabor yang akan diikuti, hanya sebagian cabor saja yang bisa ikut serta.

Baca Juga: Atlet Wonogiri Tak Terdaftar di Popda SD/SMP Tingkat Provinsi Jateng 2024 Akibat Kelalaian OPD, Bupati Joko Sutopo Marah Besar

Dengan catatan tak bisa menuntut medali alias hanya sebagai penggembira.

Selain itu, imbuh Eko, sebelum keberangkatan para atlet ke Semarang, Disporapar Wonogiri telah memberitahukan bahwa para atlet tak terdaftar.

Itu artinya, mereka hanya bisa bertanding tanpa membawa pulang medali.

Informasi tersebut disampaikan kepada cabor dan diteruskan kepada orang tua atlet.

"Untuk wushu dan silat sudah (disampaikan kepada orang tua atlet. Saya yakin (cabor lain), juga demikian,” terangnya.

“Saat rakor di aula Disporapar Wonogiri sudah disampaikan pak kepala Disporapar, bahkan merasa bersalah dan minta maaf pada cabor-cabor,” lanjut Eko.

Sementara itu di cabor wushu, atlet Wonogiri mendapatkan hasil yang cukup ciamik.

Adalah Ridwan Darian Pamase yang tampil cemerlang hingga babak semifinal dan sejatinya bisa mendapatkan perunggu.

"Pengprov cabor wushu menyatakan bahwa atlet kita bisa main nggak cuma di kualifikasi tapi sampai final. Dapat nomor tiga sebenarnya," kata Eko.

Meski demikian, Ridwan tak mendapatkan medali atas prestasinya itu.

Tapi secara kelembagaan, Pengprov Wushu memberikan apresiasi tersendiri.

Sementara itu, Ridwan Darian Pamase mengaku senang bisa unjuk gigi dalam ajang Popda Provinsi Jateng.

Walaupun dia tak bisa membawa pulang medali usai tampil hingga semifinal.

Baca Juga: Bupati Joko Sutopo Siapkan Sanksi bagi Pihak yang Sebabkan Atlet Wonogiri Gagal Bertanding di Popda SD/SMP Provinsi Jateng

"Senang masih bisa ikut. Soalnya juga pertama kali mencoba," kata Ridwan.

Menyabet posisi ketiga namun tak mendapatkan medali perunggu, Ridwan mengaku tidak masalah.

"Enggak apa-apa. Tetap semangat buat perlombaan wushu selanjutnya. Kejurprov juga mau ikut," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, kontingen atlet Wonogiri tak terdaftar untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SD/SMP Tingkat Provinsi Jateng 2024.

Itu dikarenakan kelalaian dari OPD teknis yang membidangi.

Hal itu juga menyita perhatian Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan membuatnya murka karena alasan tak terdaftarnya para atlet itu dikarenakan operator dinas mengaku lupa.

Bupati juga meminta maaf atas peristiwa tersebut. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wushu #medali #atlet wonogiri tak terdaftar #popda jateng #Disporapar