Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dinas PPKB P3A Wonogiri Beri Tips agar Orang Tua Bisa Dianggap Teman oleh Anak, Sesimpel Itu

Iwan Adi Luhung • Jumat, 22 November 2024 | 23:54 WIB
Konselor Puspaga Dinas PPKB P3A Wonogiri Afrilin Dewi Purnama saat memberikan konseling.
Konselor Puspaga Dinas PPKB P3A Wonogiri Afrilin Dewi Purnama saat memberikan konseling.

RADARSOLO.COM-Sejumlah cara bisa dilakukan orang tua agar anak bisa menganggapnya sebagai teman.

Saat sudah dianggap sebagai teman, ada sejumlah manfaat yang didapatkan.

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri Afrilin Dewi Purnama mengatakan, ada sejumlah cara agar anak bisa menganggap orang tua sebagai teman.

Yang pertama, orang tua berkomitmen tentang pola asuh yang seperti apa.

Setelah pola asuh terbentuk, bisa dilakukan bonding (ikatan emosional) antara orang tua dan anak.

"Jadi kedekatan orang tua dan anak nggak hanya kedekatan fisik. Tapi juga kedekatan emosional," ujar dia Jumat (22/11/2024).

Menurut wanita yang akrab disapa Dewi itu, bonding antara orang tua dan anak harus kuat. Dan ikatan itu yang terkadang masih kurang.

Dia mencontohkan, ada orang tua yang menganggap anaknya biasa melakukan apapun sendiri.

Tapi ternyata anak juga membutuhkan peran orang tua di sisinya.

Adapun cara untuk meningkatkan bonding antara orang tua dan anak diantaranya adalah berekreasi atau bersama. Dan itu bisa dilakukan di semua usia anak.

"sebisa mungkin orang tua mengajak anak bermain atau berekreasi di luar rumah," jelas Dewi.

Selain itu, untuk meningkatkan bonding juga bisa dilakukan dengan mengajak anak makan di luar.

Baca Juga: Pencurian Perhiasan Emas 9,9 Gram dan Uang Tunai di Karanganom Klaten Terbongkar setelah Korban Cek Toko Perhiasan

Itu menghindari anak suntuk di rumah.

Selain itu, orang tua juga tak boleh malu untuk mengakui kesalahan saat berbuat kesalahan.

Jangan malah menyalahkan anak atas kekeliruannya.

Dewi mengatakan, dengan cara itu, ikatan emosional antara anak dan orang tua akan meningkat.

Anak juga bisa menganggap orang tua sebagai temannya.

Lalu apa saja manfaat saat anak menganggap orang tua sebagai temannya?

Dewi menuturkan itu bisa meningkatkan keharmonisan rumah tangga.

"Kemudian saat anak punya masalah, dia akan punya tempat untuk 'pulang'," tuturnya.

Dalam hal ini, anak akan menceritakan masalah yang dihadapi kepada orang tua.

Mereka bisa lebih terbuka kepada orang tuanya karena  sudah dianggap teman.

Selain itu, anak juga bisa memiliki penjagaan diri yang baik.

Saat dipercaya dan dekat dengan orang tua, maka anak tak akan malu menceritakan permasalahan yang dihadapi kepada orang tuanya. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#orang tua jadi teman anak #tips #pola asuh #kedekatan emosional #Dinas PPKB P3A Wonogiri