RADARSOLO. COM -- Desa Slogoretno, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri kini tengah menjalankan sebuah program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Program Ketahanan Pangan Tanaman Coklat (Ketan Coklat) Slogoretno ini mencakup berbagai kegiatan terintegrasi, mulai dari pelatihan budidaya coklat, pemberian pupuk untuk tanaman coklat yang sudah berbuah, hingga distribusi bibit kakao unggul jenis MCC-02.
Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan studi tiru atau kunjungan lapangan untuk mempelajari pengolahan biji coklat menjadi produk olahan yang bernilai tambah.
Kepala Desa Slogoretno Suparmanto menjelaskan bahwa pemerintah desa menganggarkan dana sebesar Rp 169.700.000 untuk mendukung berbagai kegiatan dalam program ini.
“Dana ini akan digunakan untuk kegiatan seperti pelatihan budidaya coklat bagi warga, pemberian pupuk NPK-16 dan KCL untuk tanaman coklat, serta pengadaan bibit kakao unggul,” kata Suparmanto.
Dia berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan menciptakan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan.
Menurut Suparmanto, melalui pendampingan yang intensif dan penerapan teknologi tepat guna, diharapkan produktivitas tanaman coklat dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani dan pengembangan usaha pengolahan coklat di tingkat desa.
Selain itu, pengolahan coklat menjadi produk turunan, seperti coklat batangan atau minuman coklat, akan membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual produk.
Dengan adanya program ini, Desa Slogoretno tak hanya bertujuan untuk mengembangkan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal, tetapi juga ingin mengubah potensi coklat sebagai tanaman lokal menjadi pilar ekonomi desa yang lebih berkelanjutan.
“Kami berharap dengan adanya program ini, masyarakat Slogoretno bisa mandiri dalam hal pangan dan ekonomi, serta terus berkembang dalam usaha pengolahan coklat yang dapat meningkatkan kualitas hidup petani,” tambah Suparmanto.
Melalui Ketan Coklet Slogoretno, desa ini berharap bisa menjadi model pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Indonesia. (al/bun)
Editor : Kabun Triyatno