RADARSOLO.COM-Proyek revitalisasi Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri kini telah selesai dikerjakan.
Meski begitu, pemindahan pedagang kaki lima (PKL) ke alun-alun masih menunggu pembahasan lintas dinas terkait.
Kabid Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri Waris Kadarwanto mengatakan, batas akhir kontrak revitalisasi adalah 20 Desember 2024.
Namun, pekerjaan rampung lebih cepat dari jadwal.
“Besok Insya Allah sudah provisional hand over (PHO),” ujarnya, Minggu (15/12/2024).
Pantauan di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, seng yang menutupi area alun-alun telah dicopot.
Pada Minggu siang, pekerja juga mulai melepas seng di sekitar patung Ir. Soekarno yang menjadi bagian dari proyek revitalisasi.
Sementar aitu, soal pengembalian PKL ke lokasi semula, Waris menyebut bahwa hal ini akan dibahas lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdag & KUKM) Wonogiri.
“Setelah tanggal 20 Desember, kami akan mulai penataan. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan,” kata Waris.
Sebelumnya, para PKL yang biasanya berjualan di sekitar alun-alun, dipindahkan ke Pasar Kota Wonogiri.
Kepala DLH Wonogiri Bahari mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk DPU, Dishub, dan Disdag & KUKM, untuk membahas hasil revitalisasi dan penataan ke depannya.
“Nanti kami juga akan melaporkan kepada pimpinan. Jika terkait PKL, kami masih menunggu hasil pembahasan bersama Disdag & KUKM,” jelas Bahari.
Revitalisasi alun-alun mencakup sejumlah titik penting, termasuk pemindahan posisi patung Ir. Soekarno.
Bagian bawah patung diperkecil untuk memudahkan manuver kendaraan.
Di area alun-alun, jogging track yang sebelumnya rusak telah diperbaiki, dan tulisan "Giri Krida Bakti" diperbarui untuk memberikan tampilan lebih segar. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono