Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cocok untuk Ditanami Alpukat, Kecamatan Puhpelem Wonogiri Punya Semua Jenis Varietas Unggul

Iwan Adi Luhung • Selasa, 31 Desember 2024 | 13:00 WIB
Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto (kiri) berada di kebun buah Kecamatan Puhpelem.
Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto (kiri) berada di kebun buah Kecamatan Puhpelem.

RADARSOLO.COM-Komisi II DPRD Wonogiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kebun alpukat di Kecamatan Puhpelem, Senin (30/12/2024).

Alpukat disebut sebagai salah satu komoditas yang sangat prospek.

Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto mengatakan, komisinya ingin melihat potensi yang ada fi Wonogiri. Salah satunya adalah alpukat.

"Kita ingin berkeliling Wonogiri untuk menggali potensi daerah. Budidaya alpukat sangat potensial menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujar dia.

Apalagi pihaknya melihat ada sejumlah varietas yang sukses ditanam di Puhpelem.

Seperti jenis alpukat aligator, bo khong ten, red vietnam, miki dan sebagainya.

Astarno, pemilik perkebunan alpukat dari Kecamatan Puhpelem mengatakan, saat ini sudah banyak warga yang menanam alpukat.

Dia mulai menanam alpukat sekira November 2021 lalu.

"Awal menanam saat pandemi Covid. Memanfaatkan dua lahan kosong untuk ditanami buah-buahan, luasnya sekira 5.500 meter dan 4.000 meter," kata dia.

Pria yang juga anggota DPRD Wonogiri itu menuturkan, setelah berumur tiga tahun, pohon-pohon alpukat mulai berbuah dan siap dipanen.

Pada panen perdana beberapa pekan lalu, dia berhasil memanen hingga 1,5 ton alpukat.

Alpukat tersebut dijual ke bakul atau pengepul untuk dikirimkan ke berbagai daerah.

Baca Juga: Innalillahi, Satu Pekerja yang Tertimpa Bangunan Kios Besi Bekas di Pasar Kliwon Solo Meninggal Dunia: Begini Kondisi Luka Korban Lainnya

Adapun harga dari tangan petani, sekira Rp 18.000 per kilogram. Tanaman alpukat masih bisa produktif hingga usia 20 tahun.

Adapun alpukat-alpukat varietas unggul itu mempunyai kelebihannya masing-masing.

Alpukat aligator berukuran sangat besar, panjangnya bisa mencapai 70-80 cm, dengan berat 0,7 - 1,13 kilogram per butir.

Alpukat aligator memiliki daging buah sangat tebal, dagingnya berwarna kuning mentega dengan tekstur yang lembut. Adapun rasanya gurih dan nikmat.

Alpukat bo khong ten bersifat genjah, yakni sudah bisa berbuah hanya dalam waktu 3-4 tahun. Adapun buahnya berbentuk lonjong memanjang sekitar 20-30 cm.

Alpukat red vietnam dikenal karena memiliki penampilan merah cantik, sehingga tampak eksotik.

Selain itu, alpukat red vietnam juga dikenal genjah atau cepat berbuah dengan tingkat produktivitas tinggi.

Alpukat miki mempunyai keunggulan, yakni tahan hama ulat. Pasalnya, tanaman alpukat miki mampu menghasilkan enzim antiprotease.

Astarno mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi adalah hama. Di antaranya karena hama kutu putih dan jamur.

"Hama kutu putih, kami menyebutnya penyakit cabuk," kata dia.

Kepala Dinas Pertanian Wonogiri Baroto mengatakan alpukat adalah salah satu tanaman yang cocok ditanam di Wonogiri.

Adapun jenis yang ditanam juga disesuaikan dengan kondisi alam. (al/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#potensi daerah #unggulan #dprd wonogiri #puhpelem #alpukat