RADARSOLO.COM-Pelaku pelemparan bus Trans Jateng Koridor VII (Solo-Wonogiri) telah ditangkap.
Kepada polisi, AS alias Agus menyebut, perbuatannya itu dilakukan karena merasa emosi bus melaku ugal-ugalan.
Pihak konsorsium Trans Jateng Koridor VII buka suara atas tudingan tersebut.
Suprapto, salah seorang pengurus konsorsium Trans Jateng Koridor VII mengatakan, pihaknya sudah mengetahui motif pelaku melakukan pelemparan armada Trans Jateng.
Pihaknya menilai, jika memang pelaku berniat menegur, semestinya bisa dilakukan di halte yang tak jauh dari lokasi pemepetan. Sebab bus TransJateng pasti berhenti di halte.
"Kalau marah-marah kan mestinya di dekat itu ada halte besar, itu kan (bisa) divalidasi,” jelasnya, Rabu (1/1/2025).
“Berhentinya (armada Trans Jateng) di halte kan lama, mestinya kalau mau menegur di situ, tidak main hakim sendiri. Mestinya kan begitu,” imbuh Suprapto.
Pihaknya menyayangkan aksi yang dilakukan oleh AS alias Agus. Suprapto memastikan tidak ada unsur kesengajaan dari pengemudi memepet pelaku di jalan raya.
Apalagi menurutnya di jalan raya juga banyak kendaraan lain.
Tak jarang juga pengendara yang berhenti mendadak sehingga membuat kendaraan lain harus menghindar.
"Tidak nyenggol. Tidak ada kesengajaan dari pramudi (sopir). Sama sekali tidak ada kesengajaan, saya jamin," tegas Suprapto.
Meski demikian, pihaknya menjadikan insiden itu sebagai bahan evaluasi.
Dja menyebut ada kegiatan evaluasi rutin yang dilakukan kepada pramudi dan pramujasa maupun karyawan lainnya.
Selain evaluasi, sering juga dilakukan briefing kepada para karyawan termasuk pramudi.
Di situ, ditekankan para karyawan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Kemarin sudah baik, sesuai SOP, tidak ada yang dilanggar. Batas kecpatan maksimal 60 km per jam itu sama sekali tidak dilanggar," beber Suprapto.
Sebelumnya diberitakan, bus Trans Jateng Koridor VII (Solo-Wonogiri) mengalami insiden Jumat (27/12/2024) sore.
Armada nomor 5 koridor itu dilempar batu oleh orang tak dikenal (OTK).
Kaca depan bus rusak dan sopir mengalami pendarahan di hidung akibat terkena lemparan batu.
Peristiwa itu terjadi di perbatasan Sukoharjo-Wonogiri. Tepatnya di wilayah Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri.
Bus yang melaju dari arah utara (Solo) dilempar dengan batu oleh OTK yang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan.
Kaca depan bus rusak akibat lemparan batu. Selain itu, sopir Trans Jateng bernopol AD 7576 OG bernama Yustinus Aditya terkena lemparan batu di hidungnya hingga berdarah.
Beruntung sopir masih bisa mengendalikan laju kendaraannya dan berhenti tak jauh dari lokasi pelemparan batu.
Pelaku telah ditangkap oleh polisi di kediamannya, Senin (30/12/2024) malam.
AS alias Agus mengaku melakukan aksinya karena merasa bus itu ugal-ugalan saat menyalipnya. (al/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono