Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kaki Dirantai dan Kandang Relatif Sempit, Gajah di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Disebut Stres, Benarkah?

Iwan Adi Luhung • Senin, 6 Januari 2025 | 00:23 WIB
Kondisi salah satu gajah yang dipelihara di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur, Minggu (5/1/2024).
Kondisi salah satu gajah yang dipelihara di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur, Minggu (5/1/2024).

RADARSOLO.COM- Keberadaaan gajah di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri mendapatkan sorotan.

Menyusul unggahan di media sosial yang menyebut kondisi gajah di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur memprihatinkan.

Kondisi gajah disebut selalu dirantai dan berada di dalam kandang yang relatif kecil sehingga menyebabkan stres.

Menyikapi unggahan tersebut, Kepala Disporapar Wonogiri Haryanto berterima kasih atas saran, kritik dan masukan yang diberikan masyarakat.

Dia menerangkan, pemeliharaan gajah yang ada di OW WGM sudah sesuai dengan regulasi.
Terdapat 2 ekor gajah di tempat itu. Mereka bernama Sari dan Panamtu.

"Dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) selalu melakukan pengecekan rutin. Untuk kesehatan dan kandang gajah sudah layak," jelas Haryanto, Minggu (5/1/2024).

Objek Wisata WGM juga sudah memiliki izin konservasi dari BKSDA dan dinyatakan layak sejak 2013.

Terkait kondisi gajah yang disebutkan selalu dirantai, Haryanto menjelaskan, gajah sedang birahi.

Saat birahi, gajah menjadi sangat agresif sehingga perlu dirantai demi menjaga keselamatan.

"Jadi untuk menjaga keselamatan, khususnya pengunjung, mahout (pawang gajah) dan dokter hewan," beber dia.

Ditambahkan Haryanto, setiap 2 hari sekali, gajah di objek wisata WGM diajak keluar kandang oleh mahout untuk berkeliling kawasan wisata agar tidak stres.

Baca Juga: Mengenal Telaga Madirda di Ngargoyoso yang Konon Terbentuk dari Benda Pusaka, Ini Dia Ulasannya

"Setiap pagi walaupun kondisi birahi, sebelum ada pengunjung, teman-teman mahout selalu mengajak gajah keluar kandang. Dimandikan agar tidak stres," terang Haryanto.

Sebab itu, Haryanto memastikan gajah dalam kondisi sehat dan tidak stress.

Itu bisa dilihat dari kulit, kuku, bulu, berat badan, dan sifat gajah.

Diketahui, Objek Wisata WGM yang sebelumnya di bawah naungan Disporapar, kini telah dikelola Perusda Giri Aneka Usaha Wonogiri per 1 Januari 2025.

Sementara itu, radarsolo.com mengamati secara langsung gajah di OW WGM, Minggu (5/1/2024).

Gajah betina bernama sari cukup interaktif. Sejumlah pengunjung bisa memberi makan dan berfoto bersama Sari.

Dwi Haryadi, salah seorang mahout di Objek Wisata WGM menuturkan, gajah di sana selalu dalam pengawasan ketat.

"Malam kita juga kesini, memberi makan gajahnya. Nggak selalu dirantai. Pagi itu diumbar, jalan keluar. 1,5-2 jam," beber dia.

Adi, sapaan Dwi Haryadi mendugam video gajah di objek wisata WGM yang nampak dirantai, direkam pada sore hari. Sebab, kandang sudah terlihat bersih dari kotoran.

"Dirawat terus. Kalau nggak dirawat, gajahnya nggak mungkin sampai berwarna hitam, gemuk-gemuk. Dilihat rambutnya, kalau ada bopeng kan tidak tumbuh. Dilihat saja satwanya," urainya.

Adi menambahkan, hanya gajah betina yang diperbolehkan untuk diajak bermain dengan pengunjung.

Itu sesuai dengan petunjuk dari pelatihnya dan juga karena gajah jantan bisa lebih agresif.

"Gajah ini sebentar-sebentar makan. Makannya 10 persen dari bobotnya. Ini bisa 200 kilo lebih. Sari bobotnya 2,7 ton. Kalau Panamtu 2,9 ton," terang Adi. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gajah #bksda #WGM #stres #objek wisata #waduk gajah mungkur