Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ketua RT dan RW Desa Jatisari Jatisrono Desak Kades Minta Maaf, Dinilai Ingkari Kesepakatan Soal Drama Mundur: Kami Seperti Didorong ke Jurang

Iwan Adi Luhung • Rabu, 22 Januari 2025 | 02:52 WIB
Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri.
Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri.

RADARSOLO.COM - Para ketua RT dan ketua RW se Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri merasa kecewa dengan sikap kepala desa (kades) yang dianggap mengingkari kesepakatan terkait upaya memperjuangkan dana insentif RT/RW.

Purwanto, Ketua RT 06 RW 03 Dusun Tanduran mengatakan, meski sebelumnya para ketua RT dan RW sepakat untuk berpura-pura mengundurkan diri, namun sampai saat ini mereka masih melayani warga yang membutuhkan pelayanan.

Di sisi lain, para ketua RT dan RT tersebut tetap mendesak Kades Jatisari Teguh Subroto untuk meminta maaf.

Sebab, sang kades dianggap telah mengingkari kesepakatan yang dibuat bersama soal aksi pura-pura alias drama pengunduran diri masal ketua RT dan RW, sebagai bentuk protes turunnya nominal dana insentif RT/RW.

Sikap berbeda sang kades itu ditunjukkan saat Musrenbangdes pada Rabu (15/1/2025), yang juga dihadiri Camat Jatisrono.

Purwanto mengatakan, kades yang sebelumnya mendukung aksi drama pura-pura pengunduran diri, saat itu justru menantang ketua RT dan RW, apakah benar-benar siap mundur.

"Apa yang sudah kita sepakati bersama sudah beda. Kita waktu itu disalahkan pak kades di hadapan pak camat dan pendamping desa. Kita kecewanya di situ," beber Purwanto.

Atas polemik tersebut, kata Purwanto, sang kades kemudian sempat mengajak para ketua RT dan ketua RW untuk bertemu alias ngopi bareng.

Namun, hal itu ditolak Purwanto lantara telanjur kecewa.

"Pak kades sempat bilang 'kita kapan-kapan ngopi bareng'. Saya tidak mau," tegas dia.

"Hari ini juga ada undangan dari kades, kita hanya berangkat perwakilan saja. Karena masalahnya sudah personal, undangan jangan mengatasnamakan pemerintahan desa. Misal mau bertemu untuk mediasi, kita menuntut bertemu ya di luar balai desa," lanjut Purwanto.

Lebih lanjut, Purwanto membantah jika aksi protes mereka dengan mundur dari jabatan ketua RT dan ketua RW lantaran kecewa dana insentif yang diterima kurang.

"Kalau muncul isu kami berhenti karena insentifnya kurang, itu tidak benar. Langkah ini kami ambil untuk perjuangan kami di tahun 2026," beber Purwanto.

Senada, Ketua RT lainnya di Desa Jatisari, Joko Sulistyo, menegaskan, pihaknya merasa kecewa dengan sikap Kades Teguh Subroto.

"Saat Musrenbangdes itu pernyataan sikap sudah diketahui pak kades. Kita minta masukan sebelumnya. Waktu itu saya yang membacakan pernyataan sikap. Tapi kok kita sak kanca seperti dijegurke neng jurang (didorong ke jurang). Kita merasa dipermalukan di dalam forum," beber dia.

Diakui Joko, sempat ada ketegangan di forum Musrenbangdes tersebut. Lantaran rasa kecewa, kini hubungan para ketua RT dan RW kecewa dengan kades juga menjadi renggang.

"Kita kecewa. Kalau bahasa Jawanya akonono salahmu (akui kesalahanmu), terus selesai. Begitu saja," beber dia.

Diketahui, sebelumnya para ketua RT dan RW di Desa Jatisari, Jatisrono merencanakan aksi guna memprotes nominal dana intenstif yang turun. Dari Rp 500 ribu menjadi Rp 200 ribu di tahun 2025.

Mereka pun membuat rencana dengan berpura-pura mengundurkan diri secara masal.

Rencana itu pun telah dikoordinasikan dengan Kades Jatisari Teguh Subroto. Harapannya, pihak desa mendukung aksi itu dan bisa meneruskan aspirasi mereka hingga ke Bupati Wonogiri.

Purwanto, Ketua RT 06 mengatakan, saat itu sang kades setuju dan mendukung rencana para ketua RT dan RW tersebut. Dengan syarat aksi mundur masal itu hanya drama alias pura-pura.

Namun, belakangan ketua RT dan RW merasa kecewa dengan sikap sang kades yang berubah saat digelar Musrenbangdes bersama Camat Jatisrono. (al/ria)

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#kades #drama #jatisrono #insentif #desa jatisari #ketua rw #ketua rt #mundur