Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Geger Mundurnya Seluruh Ketua RT dan RW di Desa Jatisari Wonogiri, Begini Endingnya

Iwan Adi Luhung • Kamis, 23 Januari 2025 | 23:16 WIB
Ketua RT dan RW di Desa Jatisari, Jatisrono berfoto bersama Kades Jatisari Teguh Subroto usai pertemuan Rabu (22/1/2025).
Ketua RT dan RW di Desa Jatisari, Jatisrono berfoto bersama Kades Jatisari Teguh Subroto usai pertemuan Rabu (22/1/2025).

RADARSOLO.COM - Polemik mundurnya 35 ketua RT dan RW di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono sempat menghangat.

Diketahui, permasalahan di Desa Jatisari bermula dari pengunduran diri seluruh ketua RT/RW.

Kemudian berujung pada kekecewaan para ketua RT dan RW terhadap kepala desa (Kades) Jatisari.

Mulanya ketua RT dan RW di wilayah setempat tak puas dengan insentif yang nominalnya menyusut.

Hal itu kemudian dikonsultasikan kepada kades dan disepakati bakal ada drama atau rekayasa terkait pengunduran 31 Ketua RT dan 4 Ketua RW di satu desa.

Namun, para Ketua RT dan RW merasa dipermalukan saat Musrenbangdes yang menghadirkan Camat Jatisrono.

Dimana para Ketua RT dan RW merasa perkataan kades berbalik 180 derajat.

Purwanto, ketua RT 06 RW 03 Dusun Tanduran mengatakan, pada Rabu (22/1/2025) para Ketua RT dan RW bertemu dengan kades Jatisari.

Dalam pertemuan itu, kades setempat meminta maaf. Permasalahan pun telah berakhir.

"Alhamdulillah permasalahan antara kami (ketua RT dan RW) dan pak kades sudah klir," ujarnya, Kamis (23/1/2025).

Menurut Purwanto, dalam pertemuan itu, Teguh menyampaikan permohonan maaf.

Dalam pertemuan itu, para ketua RT dan RW juga ditanya siapa saja yang akan tetap melanjutkan sebagai Ketua RT dan RW dan yang tidak.

Baca Juga: Kades Jatisari Jatisrono Buka Suara Usai Geger Drama Ketua RT dan RW Mundur: Beda Ketemu Saya di Jalan dengan Pakai Seragam

"Hasilnya semuanya tetap menjalankan tugas. Nanti malam pengukuhan kembali," kata dia.

Pihak desa juga sempat meminta para ketua RT dan RW menandatangani pakta integritas.

Itu sempat dipertanyakan oleh para Ketua RT dan RW. Meski demikian, mereka tetap menandatanganinya.

"Ya sudah tidak apa-apa. Yang terpenting nantinya tidak disalahgunakan," beber Purwanto.

Joko Sulistyo, ketua RT lain mengamini bahwa permasalahan antara para ketua RT dan RW dengan kades sudah klir.

Itu pasca Kades Jatisari Teguh Subroto menyampaikan permohonan maaf.

"Tuntutan kita sebenarnya minta maafnya di tempat netral (di luar balai desa). Tapi ya sudah, kemarin kami terima," kata dia.

Sementara itu, Kades Jatisari Teguh Subroto mengatakan, dia mengundang para ketua RT dan RW untuk pengukuhan lembaga desa, karang taruna dan para RT dan RW.

Pihaknya memang menyiapkan pakta integritas bagi ketua RT dan RW yang tetap melanjutkan.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pernyataan diri bagi RT dan RW yang memang berniat mengundurkan diri.

Meski demikian, para ketua RT dan RW tetap melanjutkan tugasnya.

"Saya juga menyampaikan, semuanya saling memaafkan tidak ada ganjalan. Kalau kemarin berbeda pendapat itu hal yang wajar. Secara pribadi, kalau saya ada kekhilafan, saya juga minta maaf," kata dia.

Pelayanan kepada masyarakat teta berjalan meskipun. Saat ada polemik, pelayanan juga disebut tak ada masalah.

Baca Juga: Fakta-fakta di Balik Geger Salah Tulis Aksara Jawa di Underpass Joglo Solo, Budayawan: Ini Fenomena Berulang!

"Permohonan maaf itu secara pribadi. Saya melsanskan kewajiban kades ya sesuai peraturan," pungkas dia. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#rw #kades #jatisrono #desa jatisari #geger #wonogiri #ketua rt #mundur