RADARSOLO.COM-Jumlah warga Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri yang mengalami gejala bertambah.
Hal itu diamini Kepala Desa (Kades) Sempukerep Parmo.
Diungkapkan Parmo, sebelumnya pihaknya mencatat 13 orang mengalami gejala keracunan. Tapi kini menjadi 19 orang.
"Dari 19 orang, 4 sudah dirawat di RSUD Wonogiri sejak kemarin (Senin (27/1/2025)," ujar Parmo, Selasa (28/1/2025).
Pada Selasa pagi, imbuh Parmo, ada 1 warganya yang kembali dibawa ke RSUD.
Sedangkan 1 warga lainnya hingga pukul 09.40 sedang menunggu kendaraan untuk dibawa ke rumah sakit.
"Yang dirawat di salah satu klinik di Kecamatan Jatiroto ada 2 orang," kata Parmo.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga Dusun Pagersari RT 04 RW 01 Desa Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo diduga mengalami keracunan.
Beberapa diantaranya harus menjalani perawatan di klinik dan rumah sakit.
Hingga kini, penyebab belasan warga Sempukerep, Sidoharjo, Wonogiri mengalami gejala keracunan belum bisa dipastikan.
Ada dugaan karena makanan kondangan yang dibagikan warga setempat, Minggu (26/1/2025).
Salah satu kerabat warga yang mengalami gejala mengarah keracunan menuturkan, anggota keluarganya itu mengalami gejala mual, diare dan juga demam pada Senin (27/1/2025) pagi.
Hingga akhirnya diputuskan untuk dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri pada Senin siang.
"Kalau yang dirasakan ya itu. Mual, diare dan demam. Ada beberapa (warga Desa Sempukerep) yang dibawa kesini (RSUD). Kalau penyebabnya saya tidak tahu pastinya," kata dia.
Sementara itu, dokter jaga IGD RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso dr. Ery Radiyanti mengatakan ,ada beberapa pasien yang mengalami gejala berupa mual hingga dehidrasi.
"Keluhannya sama beberapa orang. Masih tetangga. Penanganan disini tadi masuk ke IGD lalu ke bangsal untuk perawatan selanjutnya," tuturnya. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono