Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gegerkan Wonogiri! Kronologi Keracunan Masal di Sidoharjo Diduga Gara-gara Gudangan, 8 Orang Masih Dirawat di RS: Seberapa Parah?

Iwan Adi Luhung • Kamis, 30 Januari 2025 | 03:50 WIB
Polisi menjenguk warga Desa Sempukerep, Sidoharjo, Wonogiri yang mengalami gejala keracunan baru-baru ini.
Polisi menjenguk warga Desa Sempukerep, Sidoharjo, Wonogiri yang mengalami gejala keracunan baru-baru ini.

RADARSOLO.COM – Viral dugaan kasus keracunan makanan di Dusun Pagersari, Desa Sempukerep, Sidoharjo, Wonogiri yang menimpa belasan warga, masih jadi sorotan sejumlah pihak, termasuk kepolisian.

Hingga Rabu (29/1/2025), jumlah korban yang mengalami gejala mual, muntah, dan diare bertambah menjadi 19 orang. Beberapa di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Berikut kronologi dugaan keracunan makanan yang menggemparkan Sidoharjo, hingga membuat polisi ikut turun tangan.

Awal Mula Kejadian

Kejadian bermula pada Minggu (26/1/2025), ketika salah satu warga Dusun Pagersari menggelar hajatan dan membagikan makanan kenduri atau ater-ater kepada para tetangga.

Sehari setelahnya, pada Senin pagi (27/1/2025), sejumlah warga mulai mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, diare, dan demam.

Kepala Desa (Kades) Sempukerep, Parmo membenarkan bahwa dugaan keracunan makanan terjadi setelah warga mengonsumsi makanan ater-ater tersebut.

“Setidaknya warga di tujuh rumah mengalami gejala serupa. Ada 13 warga yang semula diduga mengalami keracunan, dan jumlahnya bertambah menjadi 19 orang pada Selasa,” ujarnya.

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Beberapa warga yang mengalami gejala cukup parah segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Tiga warga dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, sementara lainnya dibawa ke klinik di Kecamatan Jatiroto.

Dokter jaga di RSUD Wonogiri, dr Ery Radiyanti, mengatakan, beberapa pasien mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare.

“Keluhannya serupa, ada mual, muntah, dan dehidrasi. Pasien yang kondisinya memburuk langsung dirawat di bangsal untuk perawatan lebih lanjut,” kata dr Ery.

Apa Penyebab Keracunan?

Untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan ini, petugas dari Puskesmas, Polsek Sidoharjo, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri melakukan penyelidikan dan pengambilan sampel makanan dari hajatan tersebut.

Beberapa jenis makanan yang diambil sebagai sampel antara lain nasi, urap alias gudangan, tahu, tempe, dan ayam.

“Dari hasil wawancara dengan warga, dugaan sementara mengarah ke menu gudangan atau urap. Mereka yang tidak mengonsumsi urap tidak mengalami gejala keracunan,” ungkap Parmo.

Agung, salah satu keluarga dari tuan rumah yang menggelar hajatan, juga membenarkan dugaan tersebut.

“Ibuku yang ikut makan urap juga mengalami gejala. Saya sendiri makan menu kenduri, tapi tidak makan urap dan tidak mengalami gejala apapun,” katanya.

Sementara itu, tuan rumah hajatan tidak mengalami gejala keracunan karena tidak mengonsumsi urap atau gudangan tersebut.

Menurut keterangan, gudangan itu dibuat sendiri dengan bahan yang dibeli dari pasar dan diolah di rumah.

Polisi Turun Tangan

Polres Wonogiri bersama Forkompimcam Sidoharjo dan tim medis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kasus ini.

Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo menegaskan, penyelidikan terus dilakukan.

“Petugas telah mengambil sampel makanan dan bahan bakunya untuk diuji di laboratorium. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” ujar AKP Anom.

Sementara itu,  Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Wonogiri Satyawati Prawirohardjo menyampaikan, tim medis telah melakukan sweeping untuk memastikan tidak ada warga lain yang mengalami gejala serupa.

“Kami juga mengambil sampel air baku untuk mengeliminasi kemungkinan lain yang bisa menyebabkan gejala tersebut,” jelasnya.

Kondisi Korban

Hingga Rabu siang (29/1/2025), dari total 19 warga yang mengalami gejala keracunan, 8 orang masih dirawat di rumah sakit dan klinik.

Kapolsek Sidoharjo juga telah melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi para korban.

“Kondisi pasien yang masih dirawat sudah menunjukkan perbaikan. Sebagian besar sudah tidak mengalami mual dan muntah, tapi masih dalam pemantauan medis,” ungkap Anom.

Pihaknya menyatakan, sejauh ini belum ditemukan indikasi unsur pidana dalam kasus tersebut.

Meski begitu, kepolisian akan terus memantau perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium untuk menentukan langkah lebih lanjut. (al/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Ater-Ater #dinkes wonogiri #keracunan #Polres Wonogiri #urap #gudangan #sidoharjo