RADARSOLO.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah adanya sejumlah tenaga honorer di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, seperti penjaga pintu air yang terdampak efisiensi anggaran hingga terancam dirumahkan.
"Nggak ada, petugas penjaga pintu air itu justru garda terdepan saya untuk memastikan swasembada pangan terwujud," ujar Dody di sela kunjungannya di proyek SPAM Wososukas Wonogiri, Sabtu (8/2/2025).
Menurut dia, jika tidak ada petugas penjaga pintu air maka swasembada pangan sulit diwujudkan. Peran honorer seperti petugas penjaga pintu air dinilai vital.
"Efisiensi itu satu hal. Tapi nggak mungkin sampai efisiensi itu menghantam itu kan masyarakat kecil," beber dia.
Di bagian lain, saat disinggung soal statemennya soal anggaran Ibu Kota Negara (IKN) yang diblokir dia menuturkan hal itu sebenarnya tidak diblokir.
Dalam rapat kabinet juga disinggung bahwa sejumlah bangunan utama bakal segera berdiri dan dimanfaatkan.
"Kita punya pekerjaan a,b,c,d kemudian kita matur ke DPR. (Kepada,red) DPR, kita dikasih sekian ini. DPR memberikan saran, tidak bisa. Saat sudah oke kita bilang ke Bu Menkeu, kesepakatan di DPR seperti ini. Baru nanti dibuka," kata dia.
Menurut dia, proses itu biasa saja. Proses serupa juga berlangsung di tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, hal tersebut tidak mengganggu pembangunan IKN 5 tahun ke depan.
"Insya Allah nggak ada (gangguan)," kata dia. (al)
Editor : Damianus Bram