Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Buntut Sedimentasi, Umur Waduk Gajah Mungkur Tinggal 6 Tahun, Ini Kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo

Iwan Adi Luhung • Senin, 10 Februari 2025 | 17:12 WIB
Wisatawan mengambil foto Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dari Watu Cenik. (Iwan Adi Luhung/Radar Solo)
Wisatawan mengambil foto Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dari Watu Cenik. (Iwan Adi Luhung/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri hingga kini masih menjadi masalah serius.

Akibat persoalan sedimentasi tersebut, umur WGM diperkirakan hanya tinggal enam tahun lagi.

Hal itu terungkap saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wososukas WGM, Sabtu (8/2/2025) kemarin.

Dalam kunjungannya, Dody menuturkan, salah satu masalah yang terjadi di WGM adalah sedimentasi.

”Masalah sedimentasi ini karena di DAS (daerah aliran sungai,Red) hulunya. Kami sudah ngobrol dengan kementerian terkait, Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kami perbaiki DAS hulu,” ujarnya.

Dody menuturkan, informasi dari Perum Jasa Tirta (PJT) yang mengelola WGM, usia WGM diproyeksi bisa bertahan 50 tahun. Kini, umur WGM sudah 44 tahun.

”Jadi secara FS (feasibility study) selesai dalam 6 tahun mendatang,” kata Dody.

Meski demikian, pihaknya berupaya agar umur WGM bisa diperpanjang. Sejumlah cara dilakukan salah satunya dengan mengerahkan kapal keruk untuk mengeruk sedimentasi WGM. Selain itu, juga dibangun penahan sedimentasi.

”Sudah saya cek. Teman-teman sudah membuat closure dike (penahan sedimentasi,Red),” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Solo, sudah dibuat tiga closure dike untuk menahan sedimentasi masuk ke WGM.

Dody menerangkan, cara kerja closure dike itu adalah aliran air dari Sungai Keduang yang penuh sedimentasi masuk ke closure dike. Sungai Keduang merupakan salah satu hulu dari WGM.

”Airnya yang bersih (dari sedimentasi) masuk ke bendungan. Harapan kami, dengan cara itu ditambah ada kapal keruk (yang mengeruk sedimentasi) umur bendungan bisa bertambah lagi. Lebih dari 50 tahun,” kata dia.

Dody menilai sedimen di closure dike kini sudah meninggi. Karena itu perlu dipikirkan untuk membuat closure dike baru.

”Itu agar volume tampung air tidak berkurang. Sekarang tersisa 340 juta meter kubik air dari FS awal 500 juta meter kubik air,” jelasnya.

Saat umur WGM sudah 50 tahun atau enam tahun lagi, pihaknya akan melakukan maintenance.

Sehingga bendungan tetap akan bisa bermanfaat. Jika sudah tak bisa, maka harus dipikirkan pembuatan waduk di lokasi baru.

”Kami upayakan supaya maksimal. Lebih dari enam tahun (umur WGM),” beber Menteri PU.

Lalu berapa penambahan sedimentasi di WGM tiap tahun? Dody menuturkan hal itu masih dihitung.

Namun dengan adanya penahan sedimentasi, kerusakan di DAS hulu berupa sedimentasi bisa diminimalkan masuk ke WGM.

”Rata-rata di bendungan yang saya datangi, kerusakannya di DAS. Di sini DAS-nya Keduang. Maka kami bicarakan dengan kementerian terkait, kami tidak bisa sendiri. Ada kementerian terkait yang kompeten, tapi kita ikut support,” papar Dody. (al/adi/dam)

Editor : Damianus Bram
#Menteri Pekerjaan Umum #sedimentasi #WGM #Dody Hanggodo #wonogiri #waduk gajah mungkur