Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Investasi Pabrik Semen di Pracimantoro Wonogiri Capai Rp 6 Triliun, Pihak Investor Beri Penjelasan terkait Kekhawatiran Kerusakan Lingkungan

Iwan Adi Luhung • Senin, 10 Maret 2025 | 03:45 WIB
Kendaraan berat melintas di jalur Pansela yang masuk wilayah Kecamatan Pracimantoro belum lama ini. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Kendaraan berat melintas di jalur Pansela yang masuk wilayah Kecamatan Pracimantoro belum lama ini. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Pihak investor pabrik semen melihat ada potensi besar yang dimiliki Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri sehingga menyiapkan investasi di sana.

Mereka juga mencoba menjawab kekhawatiran warga yang kontra dan khawatir akan dampak dari pabrik semen.

Industri semen yang masih satu grup itu adalah PT Anugerah Andalan Asia (AAA) yang bakal mendirikan pabrik semen. Lokasinya meliputi Desa Watangrejo, Suci dan Sambiroto.

Sementara itu PT Sewu Surya Sejati (SSS) bakal melakukan penambangan gamping, bahan baku semen.

Lokasi penambangan meliputi Desa Watangrejo, Gambirmanis, Joho, Petirsari dan Suci.

Rencananya, abrik semen bakal didirikan di lahan sekira 123 hektare.

Diproyeksikan, pabrik semen bakal memproduksi sekira 4 juta ton semen per tahun.

Sementara itu, izin tambang gamping yang dimiliki mencapai lebih dari 500 hektare.

Meski demikian, pihak perusahaan berencana menambang gamping di lahan sepertiganya.

Pihak perusahaan mengklaim tidak akan mengancam sumber air.

Competent Person Indonesia (CPI) Budi Sulistjo menerangkan, penambangan gamping untuk bahan baku semen menggunakan sistem Zero Run Off.

Dimana penambangan akan membentuk semacam mangkok raksasa.

Baca Juga: Rencana Pendirian Pabrik Semen di Pracimantoro Wonogiri, Begini Argumen Pihak yang Pro dan Kontra

"Dengan cara itu, air hujan tidak meluber ke mana-mana, melainkan akan terserap ke dalam tanah. Seolah-olah kita membuat biopori raksasa," kata dia baru-baru ini.

Setelah terserap ke dalam tanah, air akan memasuki celah-celah tanah dan bebatuan sehingga memunculkan sumber air baru dan memperbesar sumber air yang sudah ada.

Adapun penambangan gamping dilakukan pada lapisan atas dan akan berhenti pada elevasi atau level kedalaman tertentu.

"Sumur terdekat berada pada elevasi 185 meter dari permukaan laut (dpl). Maka penambangan tidak boleh berada di bawah itu agar sistem Zero Run Off bisa bekerja mengisi sumber-sumber air," beber dia.

Direktur PT AAA dan PT SSS Suwadi Bing Andi mengatakan, semen dibutuhkan oleh banyak industri. Sebab itu, peluang pasar terbuka lebar.

"Kita nanti juga siap ekspor, ada peluang ke sana," terangnya.

Disinggung soal adanya warga yang pro dan kontra atas pabrik semen, Bing mengatakan ada regulasi yang mengatur.

Semisal melebihi ambang batas yang ditentukan atau ada pelanggaran pabrik bisa ditutup.

Suwadi menerangkan, produksi bakal menggunakan proses kering, yakni tidak menggunakan banyak air.

Pihak pabrik juga tidak mengambil air dari Sumber Seropan yang selama ini digunakan PDAM.

"Tidak ada pabrik semen yang jual debu. Kita kirim banyak warga melihat di pabrik semen di Grobogan. Bersih, tidak bising," kata Bing.

Bing menuturkan, apabila nanti pabrik semen menyalahi aturan, dimana ada polusi melebihi ambang batas, pihaknya mempersilakan masyarakat untuk melaporkannya kepada pihak terkait.

Termasuk bila saat beroperasi tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Baca Juga: Bupati Rober: Semua Jalan Berlubang di Karanganyar Harus Diperbaiki Sebelum Lebaran

"Siap. Konsekuensi kami menjalankan aturan, dijamin undang-undang. AMDAL sudah diuji juga," kata dia.

Lebih jauh, bahan baku semen yang ada bisa mencapai 300 juta ton. Sementara itu, industri semen menyiapkan investasi triliunan rupiah.

"Nilai investasi fluktuatif, kira-kita Rp 6 triliun," kata dia. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gamping #pracimantoro #wonogiri #investor air bersih #pabrik semen