RADARSOLO.COM- Rencana pembangunan pabrik semen di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri menjadi buah bibir di masyarakat.
Ada yang mendukung segera beroperasi pabrik semen karena diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.
Tapi di sisi lain ada pihak yang khawatir dengan kerusakan lingkungan meskipun pihak investor menyakinkan operasional pabrik semen ramah lingkungan.
Semenarik apakah Pracimantoro sehingga dipilih investor untuk mendirikan pabrik semen dan penambangan batu gamping?
Kecamatan Pracimantoro berjarak sekitar 38 kilometer dari pusat kota Wonogiri.
Memiliki luas wilayah 142 kilometer persegi, Pracimantoro merupakan kecamatan yang paling besar di Kabupaten Wonogiri.
Lokasi Pracimantoro sangat strategis. Merupakan wilayah kecamatan paling ujung barat daya kabupaten wonogiri dan berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
Di tempat ini terdapat obejk wisata edukasi berkelas internasional.
Yakni Museum Karst di Desa Gebangrejo. Diresmikan Juni 2009, objek ini menjadi museum Karst terbesar di Asia Tenggara.
Tidak kalah eksotisnya objek wisata Goa Putri Kencono di Desa Wonodadi.
Goa ini memiliki panjang lorong 121 meter dengan lebar dan tinggi sekira 4 meter.
Di dalamnya terbagi menjadi 7 ruang, yakni : ruang tamu, ruang kebudayaan, ruang kepustakaan, ruang jumenengan, ruang sarasehan, ruang panyuwunan dan ruang keluarga.
Baca Juga: Rencana Pendirian Pabrik Semen di Pracimantoro Wonogiri, Begini Argumen Pihak yang Pro dan Kontra
Pracimantoro memiliki 17 desa dan 1 kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 67 ribu.
Di Kecamatan Pracimantoro terdapat 49 SD, 3 MI, 8 SMP, 1 MTs, 1 SMA, dan 2 SMK.
Dikutip dari https://kec.pracimantoro.wonogirikab.go.id, strata pendidikan penduduk Kecamatan Pracimantoro terdiri dari pendidikan SD sebanyak 3.775 jiwa.
Pendidikan setingkat SMP 1.879 jiwa, pendidikan setingkat SMA 1.051 jiwa.
Mayoritas penduduk Pracimantoro adalah petani.
Merujuk web-api.bps.go.id, Jenis tanaman palawija yang diusahakan di Kecamatan Pracimantoro antara lain jagung, kacang tanah, dan kedelai.
Pada 2023 luas tanam jagung seluas 2.721,7 Hektare (Ha), kacang tanah 2.363 Ha, dan kedelai 195 Ha.
Untuk jenis tanaman sayuran semusim yaitu bawang merah mempunyai produksi 900 kuintal.
Cabai besar sebanyak 121 kuintal dan cabai rawit mempunyai produksi 918 kuintal.
Produksi terbesar tanaman buah-buahan tahunan yaitu pisang sebesar 44.100 kuintal, diikuti mangga 7.130 kuintal serta pepaya 600 kuintal.
Sedangkan tanaman biofarmaka yang diusahakan antara lain jahe, kencur, kunyit dan laos.
Diketahui, pihak investor pabrik semen melihat ada potensi besar yang dimiliki Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri sehingga menyiapkan investasi di sana.
Mereka juga mencoba menjawab kekhawatiran warga yang kontra dan khawatir akan dampak dari pabrik semen.
Baca Juga: Pasien Capai 2.000 Per Hari, Gubernur Jateng Ancang-ancang Perluas RSUD Dr. Moewardi
Industri semen yang masih satu grup itu adalah PT Anugerah Andalan Asia (AAA) yang bakal mendirikan pabrik semen. Lokasinya meliputi Desa Watangrejo, Suci dan Sambiroto.
Sementara itu PT Sewu Surya Sejati (SSS) bakal melakukan penambangan gamping, bahan baku semen.
Lokasi penambangan meliputi Desa Watangrejo, Gambirmanis, Joho, Petirsari dan Suci.
Rencananya, abrik semen bakal didirikan di lahan sekira 123 hektare.
Diproyeksikan, pabrik semen bakal memproduksi sekira 4 juta ton semen per tahun.
Sementara itu, izin tambang gamping yang dimiliki mencapai lebih dari 500 hektare.
Meski demikian, pihak perusahaan berencana menambang gamping di lahan sepertiganya.
Pihak perusahaan mengklaim tidak akan mengancam sumber air.
Competent Person Indonesia (CPI) Budi Sulistjo menerangkan, penambangan gamping untuk bahan baku semen menggunakan sistem Zero Run Off.
Dimana penambangan akan membentuk semacam mangkok raksasa. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono