RADARSOLO.COM – IC (18), seorang remaja perempuan asal Kecamatan Baturetno, Wonogiri, terperosok ke sumur sedalam 10 meter pada Selasa (18/3/2025) malam. Diduga, ia jatuh saat berusaha kabur dari pacarnya.
Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan insiden ini pada Rabu (19/3/2025) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB.
"Kami mendapatkan laporan adanya warga yang terperosok ke sumur. Tim langsung bergerak untuk melakukan evakuasi," ujar Kembo.
Menurut informasi yang dihimpun, sumur yang menjadi lokasi kejadian adalah sumur bekas galian yang sudah tidak digunakan, dalam kondisi kering, dan tidak memiliki pagar pengaman.
Insiden ini bermula ketika warga setempat melihat seorang laki-laki berjalan kaki di gang dekat sumur.
Ketika ditanya, laki-laki tersebut mengaku sebagai pacar korban dan sedang mencari motor milik korban.
Tak lama kemudian, motor korban ditemukan di sekitar lokasi. Namun, warga yang berada di sekitar area tersebut tiba-tiba mendengar suara "blug" seperti benda terjatuh.
Setelah dilakukan pencarian, ternyata IC sudah berada di dasar sumur. Warga kemudian menghubungi pihak keluarga korban dan melapor ke Polsek Baturetno.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Damkar, SAR, dan kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.
"Korban berhasil dievakuasi pukul 01.38 WIB dan langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis," terang Kembo.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam sekolah. Menurut keterangan yang diperoleh, ia sebelumnya berpamitan kepada keluarganya untuk pergi memeriksakan diri ke dokter, namun ternyata malah pergi menemui pacarnya di Solo.
Diduga, terjadi perselisihan antara korban dan pacarnya, sehingga korban berusaha melarikan diri.
Namun, saat berlari dalam kondisi gelap, ia tidak melihat keberadaan sumur dan akhirnya terperosok.
"Saat dievakuasi, korban mengalami luka lecet di kaki kanan dan nyeri di bagian pinggang. Beruntung, kondisinya selamat," pungkas Kembo. (al)
Editor : Damianus Bram