RADARSOLO.COM- Ida Kurniawati, warga Dusun Tangkluk, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri ditemukan tewas di Kali Code, Bantul, Yogyakarta, Selasa (1/4/2025).
Sebelum kabar ditemukannya mayat Ida, Pariyem, 60, sang ibu mendapatkan firasat buruk.
Berikut penelusuran wartawan radarsolo.com di rumah duka.
Langit Desa Pare masih gelap saat Pariyem membuka mata Kamis (27/3/2025).
Aktivitasnya tak berbeda dengan dengan Ramadhan di hari sebelumnya.
Meski tak berpuasa, Pariyem tetap bangun bersama Ida yang saat itu menyantap menu sahur.
Aktivitas yang lumrah seperti sebelumnya.
"Saya tidak berpuasa, tapi juga dibikinkan susu sama gendhuk (Ida)," ujar Pariyem dengan bahasa Jawa, Jumat (4/4/2025).
Pariyem menceritakan, sebenarnya Ida adalah anak dari adik Pariyem.
Sejak umur 3 tahun, Ida dirawat oleh Pariyem dan suaminya usai adiknya meninggal dunia.
Suami Pariyem belum lama ini telah berpulang, sehingga dia hanya tinggal berdua dengan Ida.
Wanita itu memanggil Ida dengan sebutan Tari.
Pasalnya, saat diangkat menjadi anak, Pariyem menamainya Wiji Lestari.
Namun, dokumen kependudukan Ida masih sama.
Usai santap sahur, Ida kembali ke dalam kamarnya.
Menurut Pariyem, Ida nemang biasa asyik bermain handphone sebelum akhirnya tidur lagi dan bangun di pagi harinya.
Sepengetahuan Pariyem, Ida juga bersiap berangkat kerja di sebuah toko alat tulis yang ada di Pasar Kota Wonogiri.
Sebelum berangkat, Ida berdandan terlebih dahulu dan berpamitan dengan sang ibu.
"Salim sama saya. Bilang 'Mak mangkat sek', saya bilang hati-hati. Seperti biasa," beber Pariyem.
Sebelum anaknya meninggalkan rumah dengan sepeda motor Honda Beat berkelir pink, Pariyem sempat menitipkan pesan agar Ida membeli pepes.
Pepes itu hendak dibawa ke rumah kerabatnya.
"Ditanya (Ida), selain pepes sama apa (lagi)? Saya bilang sama oseng mi. Terakhir itu (bercengkrama)," kata dia.
Saat Ida sudah meninggalkan rumah, Pariyem kemudian pergi ke tempat tetangganya untuk rewang (bantu memasak di hajatan).
Di lokasi itulah, dia mendapatkan firasat.
Baca Juga: Ini Dia 3 Tempat Makan Legendaris di Solo yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup
"Saat rewang, sekira pukul 11.30 saya tertimpa jam dinding. Teman-teman yang rewang ya tertawa, kok bisa kejatuhan jam. Setelah itu saya juga mikir, kok saya tertimpa jam," papar dia.
Setelah urusan rewang selesai, Pariyem langsung pulang sekitar pukul 16.30.
Namun ternyata Ida belum pulang. Biasanya, pukul 16.00 sang putri sudah berada di rumah.
Ditunggu hingga malam, Ida tak kunjung pulang.
Pariyem juga tak bisa menghubungi Ida karena telepon genggamnya rusak.
Dia meminta tetangganya untuk menelepon Ida, namun panggilan tak tersambung.
"Saya kan panik, ya pikiran. Bingung. Besoknya dilaporkan hilang," kata dia.
Menurut Pariyem, Ida tak memiliki masalah dengan keluarga.
Selain itu, Ida juga dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tertutup.
"Gendhuk tidak pernah cerita (ada masalah) sama mamaknya. Ya biasa saja," kata dia.
Pencarian juga dilakukan keluarga Ida ke kios alat tulis tempat Ida diketahui bekerja.
Ternyata, didapatkan informasi bahwa Ida telah berpamitan untuk resign dari kios itu sehari sebelum hilang.
Hingga akhirnya kabar itu diterima. Ida ditemukan meninggal dunia di Sungai Code, Bantul, Yogyakarta, Selasa (1/4/2025).
Tangis keluarga pecah saat jenazah Ida sampai di rumah duka Rabu (2/4/2025).
Baca Juga: Harganya Tembus Rp 150 Jutaan, Intip Motor Matic yang Dipakai Ariel Noah Mudik
Jenazah Ida tiba di rumah duka sekitar pukul 04.00.
Sekira pukul 05.39, jenazah diberangkatkan ke makam.
"Saya tidak berani melihat (jenazah)," kata Pariyem.
Meski demikian, beberapa keluarga sempat melihat jenazah Ida.
Namun, tak semuanya melihat wajah jenazah.
Penuturan salah satu keluarga, wajah jenazah tak dikenali.
"Tapi yang lihat bagian jari kaki sudah langsung tahu kalau itu kukunya Tari (Ida) sudah pada hafal ciri-cirinya," beber dia.
Apakah ada dugaan keluarga jika Ida adalah korban kekerasan atau pembunuhan?
Pariyem menuturkan pihak keluarga memasrahkan hal itu kepada polisi.
"Kalau curiga tidak bisa, tapi ya motornya dan barang lain belum ada sampai saat ini. Pasrah dengan polisi," beber dia.
Meski demikian, pihak keluarga berharap agar penyebab kematian Ida bisa terungkap.
Keluarga Ida berpikir, saat hal itu terungkap, Ida juga akan tenang. (al)
Editor : Tri wahyu Cahyono