Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

IPSI Wonogiri Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Agar Latihan Silat Tidak Ganggu Belajar Anak

Iwan Adi Luhung • Minggu, 13 April 2025 | 21:23 WIB
LUWES: Sejumlah pesilat tampil dalam sebuah event akbar di Stadion Manahan Solo, belum lama ini. Pencak silat sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
LUWES: Sejumlah pesilat tampil dalam sebuah event akbar di Stadion Manahan Solo, belum lama ini. Pencak silat sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

RADARSOLO.COM-Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Wonogiri angkat bicara soal saran dari dinas terkait untuk mengatur jam latihan pencak silat.

Menyusul kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru silat di Kecamatan Purwantoro.

IPSI Wonogiri menilai, masalah ini perlu dibahas bersama antara semua pihak.

Ketua IPSI Wonogiri Weda Hendragiri menjelaskan, setiap perguruan pencak silat memiliki tradisi dan aturan masing-masing, termasuk soal jam latihan.

Karena itu, jika ada usulan agar latihan silat tidak dilakukan pada malam hari atau pada hari-hari sekolah, hal itu harus dibicarakan bersama.

"Terkait hal ini, memang harus duduk bersama untuk membahasnya. Setiap perguruan silat punya tradisi sendiri, sedangkan di sekolah atau institusi pemerintahan juga ada aturan. Ini yang perlu disinkronkan," ujar Weda, Minggu (13/4/2025).

Weda menambahkan, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menemukan titik temu antara berbagai pihak.

"Jangan sampai ada ego masing-masing. Jika tidak ada sinergi, yang dirugikan adalah siswa yang bergabung dengan perguruan silat," jelasnya.

Namun, Weda meyakini bahwa dengan duduk bersama, dan adanya sinergi serta batasan yang jelas, latihan silat bisa tetap berlangsung tanpa mengganggu jam belajar anak di sekolah.

"Pihak sekolah bisa menghargai tradisi, sementara perguruan silat juga bisa mengikuti aturan pemerintah," ujar dia.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri sebelumnya menyoroti adanya latihan pencak silat yang digelar malam hingga dini hari.

Hal tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi anak saat belajar di sekolah.

Baca Juga: Dishub Sragen Maksimalkan ATCS, Kasus Kecelakaan Lebaran Tetap Melonjak

Kepala Dinas PPKB P3A Kurnia Listyarini mengungkapkan, setelah kejadian pencabulan oleh oknum guru silat di Purwantoro, latihan pencak silat yang melibatkan anak usia sekolah saat malam hari perlu dikaji ulang.

"Dinas berharap latihan silat bisa tetap dilakukan tanpa mengganggu jam belajar anak. Latihan bisa dilakukan pada sore hari atau hari Minggu pagi, siang, atau sore," ujar Kurnia.

Kurnia juga menekankan bahwa aktivitas anak di luar jam sekolah bisa menjadi cara untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Namun, waktu latihan harus disesuaikan agar tidak mengganggu proses belajar anak di sekolah.

Terkait dengan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru silat, Weda mengingatkan bahwa tindakan tersebut adalah perbuatan oknum yang tidak mencerminkan ajaran pencak silat.

"Semua perguruan silat mengajarkan nilai-nilai yang baik. Namun, masalah ini terjadi karena ada oknum yang kurang memiliki dasar yang kuat dalam dirinya," ujar Weda.

Menurut Weda, hal seperti ini bisa dicegah dengan adanya kolaborasi antara perguruan silat, induk organisasi, serta tokoh masyarakat dan agama.

"Jika sudah menjadi guru atau pelatih, mereka tetap perlu pembinaan mental dan spiritual dari induk organisasi," tambahnya. (al/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#ipsi wonogiri #latihan silat #jam