RADARSOLO.COM-Car Free Day (CFD) di Kecamatan Giritontro kembali dibuka pada Minggu (13/4/2025).
Ratusan pedagang mengisi lapak-lapak yang tersedia, dan kegiatan ini kembali mencuri perhatian masyarakat setempat.
Setelah sempat libur, CFD Giritontro kini kembali beroperasi.
Awalnya dimulai pada tahun 2018, kegiatan ini dihentikan saat pandemi COVID-19 dan baru dibuka kembali beberapa waktu lalu, dengan yang terakhir dilaksanakan pada Desember 2024.
Pembukaan kembali CFD Giritontro dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Sukarno memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena telah berhasil menghidupkan kembali CFD Giritontro.
Ia menjelaskan, CFD merupakan sarana untuk mendorong dan membuka ruang ekonomi, di mana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat memasarkan produk mereka.
Selain itu, CFD juga berfungsi sebagai media sosialisasi dan edukasi program-program pemerintah dan perbankan.
"Di sini ada Samsat Jateng yang menyosialisasikan program dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Bapak Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Salah satunya adalah pemutihan pajak kendaraan bermotor," ujar Setyo.
Dengan adanya pemutihan pajak kendaraan, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan melaksanakan kewajiban perpajakannya secara rutin.
Selain itu, masyarakat juga mendapat edukasi mengenai pentingnya pajak.
Acara pembukaan CFD ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan oleh Puskesmas Giritontro dan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
Baca Juga: Motor Milik Ida Warga Wonogiri yang Tewas di Kali Code Yogyakarta Ditemukan Pedagang Es
Terdapat pula pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) serta sosialisasi dari BPJS Kesehatan Wonogiri.
Selain itu, CFD juga diwarnai dengan pertunjukan kesenian reog dan lomba mewarnai tingkat TK dan PAUD se-Kecamatan Giritontro.
"Inilah kesempatan untuk menciptakan ruang ekonomi baru serta sebagai sarana edukasi dan sosialisasi," kata Setyo.
Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma mengungkapkan, jumlah pedagang dan UMKM yang terdaftar dalam CFD Giritontro mencapai 350 orang.
Mereka berasal dari Giritontro, Pracimantoro, Giriwoyo, dan bahkan Pacitan.
Produk yang dijajakan sangat beragam, mulai dari camilan makanan tradisional hingga produk UMKM yang berasal dari wilayah Giritontro dan sekitarnya.
Sangga menambahkan, CFD Giritontro merupakan salah satu ikon di wilayah ini, dan kegiatan tersebut akan terus dievaluasi.
Setiap kegiatan CFD diharapkan tetap inovatif agar tidak menimbulkan kejenuhan.
Ke depan, pihak kecamatan berencana melibatkan sekolah-sekolah dari TK hingga SMA untuk mengisi berbagai kegiatan yang akan dijadwalkan.
"CFD Giritontro akan terus berinovasi dan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan," pungkas Sangga. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono