Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Keluhan Paguyuban Tali Jiwo Pracimantoro terkait Rencana Pendirian Pabrik Semen: Dulu Katanya Mau Ditanami Jarak dan Alpukat

Iwan Adi Luhung • Selasa, 15 April 2025 | 00:03 WIB
DPRD Wonogiri menggelar rapat dengar pendapat dengan Paguyuban Tali Jiwo Pracimantoro terkait rencana pendirian pabrik semen, Senin (14/4/2025).
DPRD Wonogiri menggelar rapat dengar pendapat dengan Paguyuban Tali Jiwo Pracimantoro terkait rencana pendirian pabrik semen, Senin (14/4/2025).

RADARSOLO.COM-DPRD Wonogiri menggelar rapat dengar pendapat dengan Paguyuban Tali Jiwo Pracimantoro, Senin (14/4/2025).

Isinya membahas rencana pendirian pabrik dan penambangan semen.

Dalam agenda itu sejumlah keluhan Paguyuban Tali Jiwo mencuat.

Salah satunya, mereka merasa “ditinggal” hingga akhirnya keluar izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Paguyuban Tali Jiwo juga merasa dibohongi atas pembelian lahan oleh perusahaan lain dan ternyata kini lahan itu telah dijual ke pabrik semen.

Jubir Paguyuban Tali Jiwo Suryono mengatakan, sebagian warga merasa tidak ada sosialisasi terkait rencana pendirian pabrik dan tambang semen sebelumnya.

Namun tiba-tiba izin AMDAL keluar beberapa waktu lalu.

"Yang terdampak kan kita. Dampaknya kalau ditilik dari kapasitas produksinya, dampak sebesar itu kok tidak ada (sosialisasi) sama sekali," ujarnya di sela rapat dengar pendapat.

Yang ada, saat sebelum Ramadhan lalu, kata Suryono, dilakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan.

"Kan lucu. Ujug-ujug ada pembebasan lahan. Tanpa belum disebutkan dampak positif-negatifnya (pabrik dan tambang semen)," beber Suryono.

Suryono menuturkan, sosialisasi pembebasan lahan digelar di balai desa.

Dia menyebut 90 persen warga pemilik lahan enggan menjual tanahnya.

Baca Juga: Situs Judi Catut Nama Polresta Surakarta, Kini Sudah Diblokir: Cemarkan Nama Baik Institusi Polri, Penyelidikan Terus Dilakukan

Menurut Suryono, warga yang enggan menjual tanah itu karena tidak mau kehilangan lahan garapan.

Selain itu, pemilik lahan tidak mengetahui dampak pabrik dan tambang semen.

"Warga tahu dampaknya dari aktivis lingkungan. Dari pabrik belum ada edukasi," jelas Suryono.

Soal adanya warga yang diajak untuk ikut studi banding ke pabrik semen di wilayah lain, Suryono menuturkan, hanya diikuti sebagian kecil petani.

"Soal AMDAL, kita warga sekitar tidak tahu proses pembuatannya. Sosialisasi juga tidak ada. Tapi ujug-ujug jadi (izin AMDAL keluar)," ungkapnya.

Saat ini, Paguyuban Tali Jiwo berupaya menyuarakan penolakan pendirian pabrik dan tambang semen di Pracimantoro.

Mereka mengedukasi warga terkait dampak berdirinya pabrik semen.

Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat disebutkan, sebagian tanah warga telah dibebaskan.

Dulunya lahan tersebut dibeli oleh perusahaan lain dan kini dimiliki perusahaan pabrik dan tambang semen.

Hal tersebut disampaikan Suryo Permen, salah satu pendamping Paguyuban Tali Jiwo.
Dijelaskannya, sekira 20 persen lahan yang telah dibeli oleh perusahaan lain dengan luasan 35 hektare.

Saat dibeli oleh perusahaan lain beberapa tahun lalu, ada sejumlah alasan yang dilontarkan.

Namun ternyata, kini lahan dimiliki perusahaan industri semen. Dan itu membuat warga merasa dibohongi.

"Dulu katanya mau ditanami jarak. (Ditanami) alpukat, banyak alasannya," ucap Suryo.

Baca Juga: Gugatan Terhadap Mantan Presiden Joko Widodo Kembali Muncul, Keaslian Ijazah Jokowi Dipersoalkan di PN Solo

Terungkapnya siapa sesungguhnya pemilik lahan, imbuh Suryo, diketahui secara tak disengaja.

Kala itu ada warga yang mengurus sertifikat tanah kemudian mengetahui bahwa tanah di sampingnya sudah dimiliki oleh perusahaan industri semen.

"Harus dibatalkan (pendirian industri semen). Nggak ada kompromi," tegas Suryo.

Ditambahkan Suryo, rapat dengar pendapat itu menjadi harapan Paguyuban Tali Jiwo agar pemerintah berpikir ulang terkait rencana pendirian pabrik semen. (al/wa)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pracimantoro #wonogiri #paguyuban tali jiwo #pabrik semen