RADARSOLO.COM-Polisi terus mendalami kasus pembunuhan Dwi Hastuti, 48, warga Desa/Kecamatan Baturetno, Wonogiri yang mayatnya dicor di halaman belakang rumah warga Dusun Brubuh RT 04 RW 01 Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo.
Hasil penyidikan terbaru, kasus dengan tersangka Joko Nur Setiawan, 34, warga Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo tersebut bukan pembunuhan biasa.
Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo, Minggu (4/5/2025).
Berdasarkan hasil pendalaman, Joko sudah berniat membunuh Dwi Hastuti sehari sebelum eksekusi pada 11 Februari 2025.
"Sehari sebelumnya (10 Februari 2025) korban dan pelaku ini sempat bertemu," terangnya.
"Saat itu korban menagih mobil rentalnya yang ternyata digadaikan oleh pelaku dan juga meminta untuk dinikahi," lanjut Agung.
Berdasarkan pengakuan Joko, Dwi Hastuti sempat mengatakan akan membongkar perselingkuhannya jika tak kunjung ada kejelasan dari pelaku.
Nah, dari situlah niatan melakukan pembunuhan muncul.
"Saat itu pelaku ada niatan untuk membunuh korban keesokan harinya jika sikap korban masih sama. Tanggal 10 Februari 2025 korban juga diantar pulang," kata Agung.
Keesokan harinya, sikap Dwi Hastuti masih sama.
Joko lalu mengajak Dwi Hastuti ke rumah orang tuanya karena tahu bahwa ayahnya sedang tidak ada di rumah.
Akhirnya, Dwi Hastuti diminta ke belakang rumah dan kemudian dieksekusi dengan cara dicekik dan dibekap.
Dwi Hastuti yang terjatuh kemudian ditindih oleh pelaku dan kepalanya dipukuli sambil dibekap. "Korban sempat meronta," kata kasatreskrim.
Hingga akhirnya Dwi Hastuti meninggal dunia dan dikubur di belakang rumah orang tua pelaku.
Tubuh korban dibungkus plastik dan jarik, kemudian ditutup papan dan dicor bagian atasnya.
Setelah itu, pelaku juga menutup cor dengan tanah.
Dengan adanya unsur pembunuhan berencana, Joko disangkakan pasal 340 juncto 338 KUHP. Ancaman pidananya paling berat adalah hukuman mati atau seumur hidup.
Diketahui, pembunuhan terhadap Dwi Hastuti terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya Dwi Hastuti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, diketahui Dwi terakhir dilihat oleh keluarga pada 11 Februari 2025 pagi.
Polisi lalu melakukan serangkaian penyelidikan dan scientific crime investigation.
Titik penguburan mayat Dwi Hastuti diketahui dari G, ayah Joko. Penggalian dilakukan polisi, Kamis (1/5/2025). (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono