RADARSOLO.COM- Kasus kekerasan yang menyasar anak Wonogiri menjadi keprihatinan.
Fenomena tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya pemerintah dan aparat.
Ketua DPRD Wonogiri Sriyono mengapresiasi jajaran Polres Wonogiri yang dipimpin AKBP Jarot Sungkowo dalam menindak secara tegas pelaku kekerasan seksual terhadap anak.
"DPRD Wonogiri mengapresiasi kinerja Pak Kapolres yang luar biasa. Kenapa? Beberapa hari terakhir banyak kasus (pelanggaran) UUPA (Undang-Undang Perlindungan Anak) yang diungkap," ujarnya belum lama ini.
"Polres Wonogiri luar biasa. Tiga kasus langsung diungkap. Itu yang saya pikir DPRD patut mengapresiasi," imbuh Sriyono.
Diketahui, kasus kekerasan terhadap anak di Wonogiri yang mencuat antara lain dengan tersangka oknum guru silat di Kecamatan Purwantoro.
Lalu tetangga yang menggagahi anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Slogohimo.
Hingga ayah tiri merudapaksa anak tirinya di Kecamatan Wonogiri Kota.
Sriyono menuturkan, sosialisasi terkait UUPA perlu lebih digencarkan oleh semua stakeholder.
Diduga, banyak pelaku tak tahu ancaman pidana dalam kasus pencabulan terhadap anak.
"Itu kan lama hukumannya. Kalau tahu hukumannya, mungkin yo wedi (takut). Rumangsane wulanan (dikiranya bulanan hukumannya). Tapi rumangsane," ujarnya.
Karena itu, sosialisasi terhadap perkara UUPA patut digencarkan.
Baca Juga: Ini Komentar Ong Kim Swee Usai Persis Solo Menang Menegangkan atas PSBS Biak di Tanah Papua
Anggota DPRD Wonogiri Catur Winarko menambahkan, saat dia menjabat sebagai ketua komisi IV, pihaknya pernah membahas terkait upaya pencegahan kasus UUPA.
Hal itu melibatkan berbagai stakeholder.
"Waktu itu semua dikerahkan agar menjaga anak. Termasuk edukasi sampai ke ibu-ibu PKK. Jangan sampai anak terperosok ke pergaulan bebas. Semua stakeholder sudah bergerak juga," terang dia.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno turut prihatin dengan sejumlah kasus pelanggaran UUPA.
"Kita harapkan masyarakat juga lebih bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Harus berpikir rasional, tindakan itu buruk, bisa mencemarkan nama baik pribadi bahkan daerah," ungkapnya.
Pemkab, terang Imron, akan terus bersinergi dengan berbagai stakeholder termasuk Polres Wonogiri untuk mengantisipasi dan penanganan kasus pelanggaran UUPA.
Dinas terkait juga diberi ruang untuk melakukan edukasi ke wilayah.
"Termasuk di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah-sekolah juga harus diberi pemahaman. Mayoritas kan anak-anak sekolah (jadi) korbannya," kata Imron.
Wabup juga mengimbau masyarakat aktif menjaga anak-anak. Lingkungan sekitar anak punya peran melindungi anak. Apalagi banyak orang tua yang merantau.
"Yang merantau juga jaga komunikasi dengan anak yang di rumah. Semua harus ikut menjaga anak-anak kita," pungkas wabup. (al/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono