Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rencana Pendirian Pabrik Semen di Pracimantoro: DPRD Wonogiri Resah Perpecahan di Masyarakat Meluas, Sudah Ada yang Takut Berpendapat

Iwan Adi Luhung • Rabu, 14 Mei 2025 | 22:03 WIB
DPRD Wonogiri gelar hearing dengan pihak yang pro dengan pendirian pabrik semen di Pracimantoro, Rabu (14/5).
DPRD Wonogiri gelar hearing dengan pihak yang pro dengan pendirian pabrik semen di Pracimantoro, Rabu (14/5).

RADARSOLO.COM-DPRD Wonogiri menegaskan tak ingin ada perpecahan di antara warga Kecamatan Pracimantoro buntut pro dan kontra rencana pembangunan industri semen.

Di lain sisi, DPRD Wonogiri menilai kurangnya sosialisasi atas rencana pendirian industri semen di Pracimantoro.

Ketua DPRD Wonogiri Sriyono mengatakan, pihaknya tak ingin warga Pracimantoro terbelah. Menurut dia, perpecahan sudah cukup parah.

Sebab, dalam rapat dengar pendapat bersama dengan warga yang pro dengan pabrik semen yang tergabung dalam Paguyuban Cinta Pracimantoro, Rabu (14/5/2025), terungkap bahwa sudah ada warga yang takut berpendapat atas rencana pendirian industri semen.

Ada warga yang takut jika mengutarakan pendapat bisa diintimidasi, baik yang pro dan kontra.

"Menurut saya, ketika orang sudah tidak berani berpendapat, kemerdekaan pribadinya sudah hilang," ujar Sriyono.

Karena itu, permasalahan tersebut harus segera ditindaklanjuti.

Adapun langkah yang diambil DPRD Wonogiri di antaranya adalah bakal membahas kegiatan pimpinan DPRD Wonogiri bersama Paguyuban Tali Jiwo, kelompok yang kontra pabrik semen ke Semarang.

Dalam hal ini ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jateng.

Hal itu untuk memfasilitasi pertemuan akademisi yang merancang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) industri semen dengan akademisi lain dan warga yang tidak sepakat dengan pendirian industri semen.

Sementara itu, imbuh Sriyono, Paguyuban Cinta Pracimantoro meminta ditindaklanjuti oleh bupati dan OPD terkait.

Baca Juga: Solo Siap Sambut Kurikulum AI dan Coding di Sekolah

Sebab, Paguyuban Cinta Pracimantoro meminta DPRD mendorong percepatan pendirian industri semen kepada bupati dan dinas terkait.

"Mereka (Paguyuban Cinta Pracimantoro) kan mendukung secepatnya," beber dia.

Meski demikian, Sriyono menilai bahwa sosialisasi soal rencana pabrik semen jauh dari kata cukup.

Sebab, warga yang pro industri semen hanya sedikit yang sudah mendapatkan sosialisasi.

"Yang pro saja paling cuma 15 persen. Tadi saya tanyakan siapa saja yang sudah menerima sosialisasi. Yang mengacungkan jari ternyata masih minim. Itu juga jadi fokus kita. Lalu, kita ingin warga Pracimantoro bisa guyub rukun lagi," papar Sriyono.

DPRD Wonogiri juga meminta eksekutif untuk lebih peka dengan kondisi di Pracimantoro.

Salah satunya mendengar terlebih dahulu penjelasan dari eksekutif.

Yang jelas, sosialisasi atas rencana pendirian industri semen di Pracimantoro minim.

Padahal sosialisasi digelar di balai desa dan kecamatan yang berarti eksekutif ada di sana.

"Sampai hari ini, pimpinan DPRD belum pernah diundang oleh eksekutif membahas terkait dampak sosial rencana pabrik semen di Pracimantoro. Kita khawatir belahan di masyarakat antara yang pro dan kontra makin meluas," pungkas Sriyono. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Pro #Kontra #dprd wonogiri #pracimantoro #Hearing #pabrik semen