Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Deflasi di Wonogiri Capai 0,54 Persen, Bupati Setyo: Bisa Jadi Daya Beli Masyarakat Turun

Iwan Adi Luhung • Kamis, 5 Juni 2025 | 00:20 WIB
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Forkompimda Wonogiri melakukan sidak di Pasar Kota Wonogiri Maret lalu.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Forkompimda Wonogiri melakukan sidak di Pasar Kota Wonogiri Maret lalu.

RADARSOLO.COM-Kabupaten Wonogiri mengalami deflasi sebesar 0,54 persen (month to month) pada Mei 2025 atau 1,45 persen (year to year).

Data tersebut terungkap dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Kahyangan, Kompleks Setda Wonogiri, Selasa (3/6/2025).

Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya harga beberapa komoditas.

Seperti kacang panjang, tomat, sepeda motor, buncis, dan telur ayam ras.

Meski begitu, deflasi lebih dalam berhasil ditahan oleh inflasi pada komoditas bawang merah, cabai rawit, angkutan antarkota, bawang putih, dan beras.

Sebaliknya, pada April 2025, Wonogiri sempat mencatat inflasi cukup tinggi, yakni 1,50 persen (month to month).

Berdasarkan data dari 11 kelompok pengeluaran, selama periode Januari-Mei 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama pergerakan inflasi di daerah tersebut.

Bupati: Daya Beli Masyarakat Bisa Jadi Melemah

Menanggapi kondisi ini, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyebutkan bahwa deflasi bisa menjadi indikator adanya penurunan daya beli masyarakat.

“Angka itu masih dalam batas aman dan sangat terkendali,” ujar Setyo.

Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari situasi ekonomi secara nasional dan global, karena sejumlah daerah lain juga mengalami tren serupa.

Program Sumur Pantek dan Investasi Jadi Solusi

Baca Juga: Sudah Kembalikan Rp380 Juta, Hukuman Mantan Kades Godog Polokarto Agus Adi Setiawan Bakal Tetap Berat: Ternyata Gara-gara Ini

Sebagai langkah konkret, Pemkab Wonogiri akan menggulirkan berbagai program untuk mendongkrak pendapatan dan daya beli masyarakat.

Salah satunya adalah program pembuatan 1.000 sumur pantek guna memaksimalkan fungsi lahan pertanian.

“Jika lahan pertanian bisa berfungsi maksimal, pendapatan petani juga akan meningkat,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka keran investasi seluas-luasnya, dengan harapan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak di Wonogiri.

“Dengan adanya lapangan kerja yang luas, saya yakin pendapatan masyarakat meningkat dan daya belinya juga akan meningkat,” tegas Setyo.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada beberapa calon investor yang menunjukkan ketertarikan untuk menanamkan modal.

Di antaranya pembangunan pabrik sepatu, pabrik boneka, hingga pengembangan kawasan wisata di Wonogiri. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bupati #setyo sukarno #deflasi #wonogiri #daya beli