Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pengantin di Pracimantoro Wonogiri Sempat Merana di Hari Bahagia, Bukan karena Pasangannya Kabur

Iwan Adi Luhung • Senin, 23 Juni 2025 | 21:48 WIB
Unggahan di media sosial yang memperlihatkan pasangan pengantin sempat telantar di KUA Pracimantori.
Unggahan di media sosial yang memperlihatkan pasangan pengantin sempat telantar di KUA Pracimantori.

RADARSOLO.COM-Bulan ini nyaris tak terhitung berapa jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan.

Dalam sehari, masyarakat bisa menghadiri dua hingga tiga tempat hajatan. 

Fenomena yang sama terjadi di Pracimantoro, Wonogiri.

Hari bahagia itu juga dirasakan pasangan pengantin di Pracimantoro, Wonogiri.

Dengan penuh semangat, pasangan mempelai didampingi masing-masing keluarga sudah tiba di Kantor Urusan Agama (KUA) Pracimantoro, Senin (23/6/2026).

Unggahan di salah satu grup Facebook menginformasikan bahwa pernikahan mempelai dijadwalkan pada pukul 10.00.

Namun Kepala KUA Pracimantoro dan wakilnya disebut malah keluar kantor.

Akibat hal tersebut, calon pengantin disebut sempat telantar karena tak kunjung dinikahkan.

Terkait itu, Kepala KUA Pracimantoro Sutidjo memberikan penjelasan.

Dia menerangkan, jadwal untuk prosesi ijab kabul sudah dibagikan kepada calon pengantin asal Dusun Jenar, Desa Pracimantoro tersebut. 

Selain itu, jadwal pernikahan pada Senin (23/6/2025) sangat banyak.

Adapun petugas yang bisa menikahkan atau penghulu hanya berjumlah dua orang di KUA Pracimantoro.

Baca Juga: Sejumlah SD di Karanganyar Krisis Siswa Baru, Guru Nekat Door To Door Cari Murid

"Kebetulan saya juga Plt di Giritontro (Plt Kepala KUA Giritontro,red). Tadi pagi di Giritontro jadi wali hakim dua kali dulu, setelah itu jadwal menikahkan di Pracimantoro," ujar Sutidjo.

Pada hari yang sama, ada 10 orang yang melangsungkan prosesi ijab kabul di Kecamatan Pracimantoro.

Sementara satu penghulu lain juga merangkap tugas di wilayah Kecamatam Wuryantoro.

"Mungkin memang karena masyarakat kan ingin dilayani dengan baik, nyuwun pangapunten karena agak terlambat. Mungkin setengah jam tadi terlambat," kata dia.

Sutidjo menuturkan, pihaknya juga memberikan klarifikasi kepada pihak keluarga atas hal tersebut.

Keterbatasan penghulu menjadi salah satu kendala yang dialami.

"Betul (jadwalnya padat). 10 di Pracimantoro, di Giritontro 2, jadi 12. Kalau secara normatif waktunya memang mepet. Kita upayakan. Penghulu di Pracimantoro 2, penghulu saya juga Plt di Wuryantoro," beber dia. (al)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kua #telantar #pengantin #pracimantoro #wonogiri